Jumat, 28 Jul 2017
radarjogja
Features

AKP Ngadiran, Kapolsek Penerima Bintang Bhayangkara Naraya

Patroli Jalan Kaki Tujuh Jam

Sabtu, 15 Jul 2017 11:54 | editor : Jihad Rokhadi

AKP Ngadiran menjadi satu-satunya Kapolsek di DIJ penerima penghargaan Bintang Bhayangkara Naraya dari Presiden RI Joko Widodo. Apa saja peran dan bakti yang telah dilakukan Kapolsek Seyegan, Sleman, itu?

Bahana, Sleman

Ruangan Kapolsek Seyegan siang kemarin (13/7) tampak penuh dengan anggota dari berbagai unit. Tak berapa lama mereka keluar ruangan. Diikuti AKP Ngadiran. Dengan ramah, perwira tiga balok di pundak itu menyapa Radar Jogja yang bertandang ke ruangannya.

Ngadiran sudah 30 tahun mengabdi di korps Bhayangkara. Sejak 1987. Berbagai suka dan duka telah dilewatinya. Melihat perjalanannya selama ini, sangatlah pantas pria 52 tahun itu mendapat penghargaan presiden. Yang secara simbolis diserahkan oleh Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di sela perayaan HUT ke-71 Bhayangkara di Stadion Maguwoharjo, Senin (10/7).

”Sebagian besar waktu saya di kepolisian bisa dikatakan banyak dukanya. Meski begitu, ini panggilan tugas dan komitmen saya kepada institusi,” kata Ngadiran yang selama 24 tahun mengabdi di pedalaman Papua seraya tersenyum.
Ngadiran termasuk salah seorang penggawa Polri yang turut merasakan getirnya bertugas di wilayah rawan separatisme. Seperti disebutkan dalam surat keputusan presiden di penghargaannya, tugas yang dijalani Ngadiran melebihi dari keberanian, kebijaksanaan, dan ketabahan yang luar biasa.

Ya, ayah empat orang anak ini mengakui bagaimana ketabahan yang harus diajalani selama bertugas di pedalaman Papua.
Selepas dari Pusat Pendidikan Brimob, Watu Kosek, Pasuruan , Jawa Timur, Ngadiran langsung ditempatkan di Polres Paniai, Intan Jaya. Saat itu, dirinya masih bertatus bintara.”Cukup kaget awalnya. Karena kondisi wilayah Pulau Jawa dan Papua sangat kontras,” kenangnya.

Dia masih ingat betul medan berat yang harus dilalui setiap melakukan pemeriksaan wilayah. Apalagi semuanya harus dilalui dengan jalan kaki. ”Medannya pegunungan dan hanya ada jalan tikus. Kendaraan belum bisa lewat,” ungkap Ngadiran.

Pernah suatau saat, lanjut dia, satuan tempatnya bertugas mendapatkan laporan adanya perang antarsuku di suatu wilayah. Untuk mengecek kebenarannya, dia bersama anggota lain harus berjalan selama 7 jam menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Ngadiran berangkat dari mapolres setempat pukul 05.00 WIT. Saat itu tak satupun petugas mengenakan seragam. Hal itu guna menghidari serangan dari anggota separatis.

”Perjalannya bukan hitungan kilometer, tapi jam. Sering kali setelah sampai TKP kondisi sudah kosong,” jelas polisi yang tiga kali menjabat sebagai Kapolsek selama karirnya hingga saat ini.

Pengalaman lain yang dialami berupa serangan penyakit malaria. Tak berselang lama menginjakan kaki di Pulau Mutiara Hitam, mantan Kapolsek Pinai Barat dan Kapolsek Angkaisera ini terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk anopheles. Yang membuatnya heran, penyakit itu seolah jadi langganan. ”Setiap minggu pasti terserang malaria. Bahkan statusnya sudah tropica plus dua dan saya sempat terbaring di rumah sakit. Beruntung saat di Jogja tidak pernah kambuh,” ujar mantan Provos Polda DIJ.

Ngadiran bersyukur bisa kembali tanah kelahirannya pada 2015. Pria kelahiran Kulonprogo di tempatkan di Mapolsek Seyegan.

Selama bertugas di Seyegan, bisa dibilang angka kriminalitas dan perkelahian pelajar di wilayahnya menurun. Bagi Ngadiran, kunci menekan angka kriminalitas dengan pendekatan kepada masyarakat. Ngadiran mengutamakan komunikasi masyarakat sebagai strategi menekan kejahatan. ”Hal itu yang dulu saya lakukan di Papua saat jadi Kapolsek. Tidak pernah ada ribut-ribut OPM (Organisaasi Papua Merdeka) di wilayah yang saya pimpin,” ungkapnya.

Terkait penghargaan presiden yang diterimanya, Ngadiran menyebut hal biasa bagi anggota Polri yang sudah mengabdi lebih dari 24 tahun. Dan dia sangat bangga menjadi salah satu wakil yang dipercaya menerima penghargaan tersebut.
”Ini menjadi motivasi tersendiri bagi saya untuk terus mengabdi di sisa masa tugas,” ujarnya.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia