Jumat, 21 Jul 2017
radarjogja
Jogja

Nasib Pedagang Sarkem Buram

Sabtu, 08 Jul 2017 12:45 | editor : Jihad Rokhadi

 JOGJA – Nasib para pedagang Jalan Pasar Kembang di selatan Stasiun Tugu Jogja masih abu-abu. Baik Pemkot Jogja maupun PT KAI Daop 6 Jogja belum punya rencana pasti sebagai solusi bagi sekitar 70 pedagang yang digusur pada Rabu (5/7). Pertemuan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti dengan Deputi Executive Vice Presiden (EVP) PT KAI Daop 6 Jogja Ida Hidayati kemarin (7/7) belum membuahkan hasil. Kedua belah pihak menunggu konsep detail penataan kawasan Stasiun Tugu.

“Tentunya bersama Pemkot Jogja akan kami pikirkan. Tapi keputusan berapa orang, lokasi dimana belum bisa disampaikan sekarang,” dalih Ida usai pertemuan di Balai Kota Jogja. Menurutnya, sisi selatan stasiun nantinya dikonsep untuk jalur pedestrian menuju kawasan Malioboro.

Kendati demikian, dalam pengambilan keputusan, Ida mengaku bahwa Daop 6 tak bisa menentukan sendiri. Tapi harus berdasarkan pertimbangan jajaran yang lebih tinggi. Dalam hal ini PT KAI bagian pengelolaan aset.
Ida menegaskan, penertiban hanya dilakukan di lahan yang pengelolaannya menjadi kewenangan PT KAI. “Mereka juga berdagang bukan pada tempatnya. Karena fungsi utama kawasan itu untuk trotoar,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Ida juga membantah tudingan pedagang soal tidak adanya dialog terkait rencana penataan kawasan stasiun. Ida mengatakan, pihaknya beberapa kali melayangkan undangan dialog. Bahkan, sampai mengirimkan surat peringatan (SP) satu hingga tiga kepada pedagang. Namun tak pernah digubris.

Kendati demikian, PT KAI tak hanya berpangku tangan saat menertibkan kios para pedagang. Puluhan petugas dikerahkan untuk membantu pedagang mengangkut barang-barang. Bahkan, sampai mengantarkan barang tersebut hingga tempat tujuan yang diminta pedagang. Seperti Wonosari, Sragen, sampai Dieng. “Penataan ini bukan untuk KAI. Warga sekitar, termasuk sebagian pedagang juga mendukung,” ungkapnya.

Mengenai tindak lanjut penertiban sisi selatan Stasiun Tugu, menurut Ida, saat ini masih dalam proses pembersihan puing. Dia berharap, kawasan tersebut bersih dari material sebelum libur Natal dan pergantian tahun. Agar setidaknya tampak jalur pedestriannya. Soal pembangunan kawasan tersebut akan disesuaikan dengan Malioboro. ”Harus seirama dengan Pemkot Jogja. Dari teteg Malioboro ke barat,” jelas Ida.

Sementara itu, Haryadi Suyuti kembali menegaskan bahwa penertiban kawasan stasiun merupakan ranah PT KAI sebagai pengelola lahan. Hanya, HS mendesak PT KAI turut memikirkan nasib para pedagang yang tergusur. “Tentu saja semua itu ada waktunya,” ujar HS, sapaan akrabnya.

Bagi pemkot, penertiban pedagang selatan Stasiun Tugu justru menjadi momentum untuk menata pedagang yang berizin. Agar ke depan tak terjadi penyalahgunaan fasilitas publik.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia