Senin, 24 Jul 2017
radarjogja
Bantul

Hamil Akibat Cinta Terlarang Guru BK dan Siswi MTsN

Sabtu, 08 Jul 2017 11:57 | editor : Jihad Rokhadi

BUTUH KEADILAN: Wina Ratmini (kiri) mendampingi putrinya, A,15, yang menjadi korban persetubuhan guru BK di MTs Giriloyo, Bantul saat mengadu di kantor JCW Jogja.

BUTUH KEADILAN: Wina Ratmini (kiri) mendampingi putrinya, A,15, yang menjadi korban persetubuhan guru BK di MTs Giriloyo, Bantul saat mengadu di kantor JCW Jogja.

Kasus tindak asusila yang diduga dilakukan Poniman, 54, saat menjadi guru Bimbingan Konseling di MTsN Giriloyo (sekarang MTsN 3 Bantul) menjadi tamparan keras bagi jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Bantul. Terlebih, tindakan tersebut dilakukan terhadap A,15, yang tak lain muridnya sendiri.

Di luar dugaan, Kepala Kanwil Kemenag Bantul Buchori Muslim mengaku telah mencium gelagat mencurigakan yang ditunjukkan Poniman dengan salah satu anak didiknya sejak beberapa bulan lalu. Karena itulah dia kemudian memutasi Poniman ke MTsN 4 Bantul (dulu MTsN Wonokromo).

Buchori tak menyangka jika akhirnya Poniman dilaporkan ke polisi karena diduga telah menghamili siswinya. “Tidak menyangka hubungannya sudah sejauh itu,” tuturnya kemarin (7/7)

Kasi Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Bantul Rohyadi berpendapat lain. Dia berdalih baru mengetahui kasus tersebut dari media massa kemarin. Rohyadi membenarkan jika Poniman telah dimutasi dari MTsN 3 Bantul sekitar empat bulan lalu.

Hanya, dia menampik jika hal itu terkait dengan kasus yang menjerat Poniman. Rohyadi berkilah, mutasi tersebut murni untuk penyegaran. Bukan karena adanya perilaku tidak terpuji guru bimbingan dan konseling tersebut.
Kendati demikian, Rohyadi menegaskan, pihaknya tak akan tinggal diam menghadapi kasus tersebut.

“Langkah pertama akan kami panggil (Poniman) secepatnya,” ucapnya. Pemanggilan warga Dusun Manding, Sabdodadi, Bantul, tersebut untuk klarifikasi dan memastikan kebenaran berita yang beredar.

“Kami sebelumnya tidak tahu persis terkait yang bersangkutan,” kelitnya.

Rohyadi memastikan, Kanwil Kemenag Bantul bakal menindak Poniman jika terbukti bersalah. Rohyadi menyebut, sanksinya berat. Merujuk Peraturan Pemerintah No. 53/2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Pemecatan belum tahu. Tergantung nanti. Menunggu proses selanjutnya,” elak Rohyadi ketika disinggung sanksi berat tersebut berupa pemecatan.

Untuk menindaklanjuti perkara tersebut, Rohyadi juga memanggil kepala sekolah MTs N 3 Bantul untuk dimintai keterangan. Sebab, tindakan asusila diduga terjadi saat Poniman masih berdinas di madrasah tsanawiyah yang terletak di kecamatan Imogiri tersebut. “Kalau untuk pemanggilan (korban) bukan kewenangan kami,” kata dia.

Terpisah, Kepala Sekolah MTsN 3 Bantul Surahmanta mengaku dipanggil Kanwil Kemenag Bantul kemarin. Ada beberapa poin yang disampaikannya. Di antaranya, langkah antisipasi penanganan hubungan affair antara guru dan murid.

Sebagaimana Buchori Muslim, Surahmanta juga menangkap gelagat mencurigakan terhadap Poniman sejak akhir tahun lalu. Setelah istri Poniman ngeluruk ke sekolah.

“Saat itu istrinya menanyakan apakah Pak Poniman punya pacar di sekolah,” bebernya menggambarkan betapa dekatnya Poniman dengan A.

Sejak saat itu Surahmanta mengaku intens memerhatikan perilaku Poniman maupun A. Dari pencermatannya, di antara keduanya memang ada affair. Menurutnya, tak jarang A mencari Poniman di ruang kerja. Padahal, siswa yang ditangani Poniman lebih dari 300 anak.

Bahkan, saking seringnya A menemui Poniman sampai membuat sejumlah guru merasa risih.
Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Surahmanta lalu berinisiatif merekrut guru bimbingan dan konseling perempuan. Agar seluruh siswi ditangani guru baru tersebut.

“Kami juga pernah meminta klarifikasi langsung kepada Pak Poniman. Dia (Poniman) merasa disenangi (A),” ungkap Surahmanta.

Berawal dari hal itulah pihak sekolah lantas mengusulkan Poniman agar dimutasi ke sekolah lain. Meskipun pria 54 tahun itu dikenal sebagai guru penyabar sekaligus telaten menghadapi anak didik.

“April baru dimutasi. Padahal kami usulkan beberapa bulan sebelumnya,” katanya.

Meski ada affair antara Poniman dan A, Surahmatan masih belum yakin jika hubungan cinta terlarang mereka berakibat pada kehamilan A.

“Wis tuo. Anaknya juga masih kecil,” ucapnya heran.

Karena itu, Surahmanta tak mengelak ketika diklarifikasi pejabat Kemenag ikhwal dugaan Poniman yang menghamili A.
Sementara itu, hingga kemarin Poniman belum bisa dikonfirmasi terkait kasus yang menjeratnya.

Sebagaimana diberitakan, Poniman dilaporkan Wina Ratmini,33 (ibunda A) ke Polres Bantul pada 20 Juni 2017. Laporan tersebut lantaran Poniman dituding tak bertanggung jawab atas perbuatannya yang menyebabkan A hamil enam bulan. Wina juga mengadu ke Jogja Police Watch (JPW) Jogja agar turut mengawal penyidikan kasus tersebut.

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia