Jumat, 18 Aug 2017
radarjogja
Sleman

Siswa SMA Jualan Pil Koplo Seharga Rp 210 Ribu

Kamis, 06 Jul 2017 17:03 | editor : Jihad Rokhadi

PSIKOTROPIKA: Barang bukti pil koplo yang diedarkan oleh NR ke teman sebanyanya. Satu lembar dijual Rp 210 ribu.

PSIKOTROPIKA: Barang bukti pil koplo yang diedarkan oleh NR ke teman sebanyanya. Satu lembar dijual Rp 210 ribu.

 SLEMAN – Penyalahgunaan psikotropika telah masuk ke kalangan pelajar. Ini dibuktikan dari tertangkapnya seorang pelajar, NR, 17, warga Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul oleh jajaran aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Sleman, Senin (3/7) lalu.

Pelajar salah satu sekolah SMA swasta di Jogja itu dibekuk karena terbukti kedapatan menjual pil psikotropika atau pil koplo berjenis Alprazolam, bersama seorang tersangka lain Doni Indra, 26.

Mereka ditangkap di Dapan Pom Bensin Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Yang membuat miris, pelajar tersebut sudah dua tahun berjualan pil yang memiliki fungsi antidepresan.

”Dari pengakuan NR, selama ini dia mengambil barang dari Doni,” jelas Kasat Reskrim Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto dalam keterangannya di Mapolres Sleman, kemarin (5/7).

Bisnis terlarang pelajar berseragam abu-abu tersebut dapat dengan mulus berjalan selama 24 bulan tanpa diketahui oleh orang tua NR. Pil-pil tersebut sudah diedarkan ke beberapa temannya, baik yang ada di sekolah maupun di luar sekolah.

Kepada teman-temannya, pil tersebut dijual seharga Rp 210 ribu setiap lembar. Dari satu lembar yang berisi 10 pil berwarna putih itu, pelajar yang naik tingkat ke kelas XII mendapatkan keuntungan Rp 10 ribu.

”Uang hasil penjualan itu digunakan untuk kebutuhan jajan sehari-hari,” jelas mantan Kapolsek Pleret, Bantul ini.

NR biasa menawarkan barang-barang itu melalui handphone. Baik melalui aplikasi WhatsApp, SMS, maupun percakapan telepon. Setelah transaksi disepakati, NR kemudian mengantar pil tersebut ke suatu tempat.

”Biasanya ketemuannya di pom bensin dan toko modern,” jelasnya.

Dari tangan NR, aparat mengamankan 44 pil alprazolam, uang sebesar Rp 480 ribu, dan satu buah handphone. Sementara dari tangan Doni, polisi mengamankan satu buah smartphone.

Sebelum menjadi pengedar, NR merupakan seorang pemakai pil tersebut. Awalnya, pil tersebut didapatkan dari Doni. Setelah ketergantungan terhadap pil tersebut, NR kemudian terjebur menjadi pengedar dengan mengambil pil-pil tersebut dari Doni.

”Awalnya beralasan memakai karena tidak bisa tidur,” jelasnya.

Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria menambahkan, untuk penanganan terhadap NR, pihaknya akan memberlakukan wajib lapor dan meminta pengawasan ketat dari orang tua. Sementara Doni, terancam jerat pasal 62 atau pasal 60 ayat 4 UU RI nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

”Ancamannya paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta,” tandasnya. 

(rj/ong/ong/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia