Kamis, 17 Aug 2017
radarjember
Features

Otak Mesum Gus Dika

Minggu, 13 Aug 2017 18:43 | editor : Dzikri Abdi Setia

(boby pramudya/radar jember)

Bukan Gus Dika namanya, kalau nggak punya trik jitu untuk bisa dekat dengan karyawan paling semlohai se kantornya, Yuk Din. Pria bohai asal Ambulu emang mbuetik pol. Tapi baik hati. Karena sering membelikan Fanta dan rokok pada bos di kantornya 

Di sebuah malam acara outbond sekantor, pria tinggi semampai (semeter tak sampai) ini sudah berupaya membidik Yuk Din, agar bisa satu tim dengannya. Maklumlah, permainan yang ditawarkan para tentor acara itu memungkinkan peserta satu tim untuk bisa bergandengan tangan, pegang pundak, dll, dsb, dst, dkk…… Pokoknya nemplek.

”Arek kok cik muluuus-e. Ndah neyo…. (terusno dewe),” batin Gus Dika. Ngeres.

Karena beberapa sesi outbond itu Gus Dika belum bisa bermain satu kelompok dengan Yuk Din, akal bulusnya mulai keluar. Saat satu per satu peserta diundi dengan menyebut angka untuk menentukan kelompok baru, Gus Dika selalu ngelirik Yuk Din. 

”Limaaaa,” teriak Yuk Din, saat dipanggil, sambil angkat tangan.

”Atuh… meleset maneh,” batin Gus Dika. Rupanya dia tahu angka undian milik Gus Dika adalah angka Tiga.

Namun ketika giliran Gus Dika dipanggil, dengan lantang pria klimis ini menjawab lantang: ”Limaaaaa…..!” teriaknya keras, sambil mengacungkan tangan tinggi-tinggi.

Singkat kata, semua pemilik angka yang sama pun kumpul jadi kelompok baru. Yuk Din masuk kelompok Lima, tentu Gus Dika juga gabung dengan Kelompok Lima.

Dengan suka cita Gus Dika, Yuk Din, dan beberapa peserta lain di kelompok tersebut ngikuti sesi permainan yang lebih heboh. Bisa satu kelompok dengan Yuk Din, utek bulus Gus Dika pun kian liar. Diam-diam, dia selalu cari posisi tepat di belakang Yuk Din. Bahkan ketika main Ular Tangga, Gus Dika menikmati betul saat nemplek ke dengkul Yuk Din. 

”Iki lagi dengkul-e. Ndah neyo…. (terusno dewe),” batin Gus Dika lagi. 

Sesi demi sesi berlalu. Di permainan sesi ketiga, Man Kapit, rekan sekantor (mungkin sama-sama berhidung blontang) mulai curiga dengan kelakuan Gus Dika: ”Abeh, perasaan mau ente kelompok TELU, mak moro-moro dadi LIMO,” tanyanya, pada Gus Dika.

Insting bulus Man Kapit ikut bereaksi. Pria asal Lumajang ini ngelirik peserta lain yang tergabung dalam grup Lima. ”Oalaah…. Goro-goro iku tah,” protesnya, ketika matanya tertuju pada Yuk Din yang ternyata satu kelompok dengan Gus Dika.

Gus Dik yang belangnya ketahuan langsung cekakakan… ”Sttt… Ojo banter-banter,” rengek Gus Dika.

”Wis, horaaa.. kudu mbalik Kelompok Tiga.” Man Kapit tak mau kalah. 

”Wis kadung, brooo,” teriak Gus Dika. Ketika semua jadi tahu akal bulus itu, Gus Dika nggak bisa mengelak lagi. ”Arek kok cik muluuus-e. Ndah neyo….,” dalih Gus Dika.

(jr/hdi/das/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia