Sabtu, 29 Jul 2017
radarjember
Radar Ijen

Jas Hijau untuk Nusantara

Senin, 17 Jul 2017 18:41 | editor : HARI SETIAWAN

JASA ULAMA: Ribuan masyarakat pendukung Jas Hijau yang datang dari berbagai daerah memenuhi gedung EDC di Curahdami, kemarin.

JASA ULAMA: Ribuan masyarakat pendukung Jas Hijau yang datang dari berbagai daerah memenuhi gedung EDC di Curahdami, kemarin. (Sholikhul Huda/Radar Ijen)

BONDOWOSO – Bagi warga NU, kemarin (16/7), menjadi hari yang spesial. Hal itu karena adanya momentum Halal Bihalal dan Silaturrahim Jas Hijau, di EDC, Poncogati, Curahdami. Mereka adalah komunitas yang menegaskan Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama. Lebih terasa spesial karena berbagai tokoh hadir. Seperti Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini, Muhaimin Iskandar, Ketua DPRD Provinsi Halim Iskandar dan beberapa anggota DPR RI.

Para tokoh lokal juga banyak yang turut hadir dalam acara memperteguh benteng NKRI tersebut. Diantaranya Ketua DPRD Ahmad Dhafir selaku Ketua Panitia, Bupati Amin Said Husni, Ketua MUI Kiai Asyari Fasha, Ketua PCNU Kiai Abdul Qodir Syam dan berbagai tokoh lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, gelora komunitas Jas Hijau ini diapresiasi oleh para tokoh yang hadir. Baik Gus Ipul maupun Muhaimin Iskandar. Bahkan Muhaimin Iskandar, selaku penggagas Nusantara Mengaji, akan membawa semangat Jas Hijau ke seantero nusantara “Insa Allah Jas Hijau menggema di nusantara, apalagi diera digital, di era IT, dan saya umumkan sejak hari ini kami akan menggemakan Jas Hijau untuk nusantara,” tegasnya.

Di depan ribuan warga Nahdliyin, Muhaimin menegaskan, slogan Jas Hijau atau Jangan Sekali-kali Menghilangkan Jasa Ulama mengingatkan tentang peran ulama dalam menyebarkan Islam di Indonesia. Selain itu juga bagaimana ulama ikut serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Saya sempat bertemu tujuh belas duta besar, dan mereka ketakutan, karena adanya teror yang mengatasnamakan Islam. Namun dengan melihat NU dan Islam di nusantara, mereka menemukan jawaban tentang ketakutan mereka,” tegasnya. Karena itu, sangat tepat kiranya ketika ada usaha menggelorakan Jas Hijau.

Sementara Ketua Panitia Ahmad Dhafir mengungkapkan, dirinya selaku pencetus Jas Hijau bermaksud menggugah masyarakat untuk bangkit. Yakni untuk merefleksi perjuangan para ulama. Tujuannya tidak lain untuk memperkuat benteng NKRI. “Sebab sudah banyak faham yang merongrong aqidah, merongrong NKRI. Dan kami menegaskan, kami kan berjuang demi terus tegaknya NKRI,” tegasnya.

Selain membahas Jas Hijau, dalam forum itu muncul sentilan-sentilan tentang politik. Seperti halnya Gus Ipul yang terang-terangan mengaku berterimakasih kepada PKB karena telah merekomendasikan dirinya untuk maju pada Pencalonan Gubernur Jatim 2018. Dimana sebelumnya, PKB menggadang-gadang Halim Iskandar, namun dalam forum itu disampaikan PKB sudah memberikan pilihan kepada Gus Ipul. “Dalam kesempatan ini, saya minta doa restu dan dukungan semoga lancar,” paparnya.

Gus Ipul juga mengeluarkan joke nya. Yakni Halim Demi Ipul. Dia mengartikan, Halim Rela Mundur Demi Instruksi para ulama. Sedangkan untuk Bondowoso, Gus Ipul menggadang-gadang Ahmad Dhafir maju sebagai Calon Bupati 2018 nanti.

Bahkan Muhaimin Iskandar dalam sambutannya mempertegas peluang tersebut. Dia mengatakan, pemerintahan Amin Said Husni mampu membawa Bondowoso lebih baik. Karena itu, PKB menariknya ke pusat untuk menjadi DPR RI pada 2019 nanti. “Syukur-syuur menjadi menteri,” tuturnya. Dan posisinya akan digantikan kader PKB lokal. Penunjukkan itu mengarah pada Ahmad Dhafir. 

(jr/hud/har/JPR)

Rekomendasi Untuk Anda

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia