Sabtu, 22 Jul 2017
radarjember
Radar Jember

Pembacok Polisi Ditembak Mati

Gara-gara Curi Kambing Tetangga

Senin, 17 Jul 2017 18:22 | editor : HARI SETIAWAN

BACOK ANGGOTA: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat menemui Nurhayati, pemilik dua ekor kambing yang dicuri oleh pelaku yang ditembak mati anggota resmob setelah membacok

BACOK ANGGOTA: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo saat menemui Nurhayati, pemilik dua ekor kambing yang dicuri oleh pelaku yang ditembak mati anggota resmob setelah membacok (Jumai/Radar Jember)

KENCONG – Tanpa Ampun. Suki Bin Mawut, penjahat kambuhan dari Desa Cakru, Kencong ini di-810 (istilah polisi untuk meninggal, Red) oleh timah panas polisi. Yang dilakukan Suki sudah membahayakan petugas. Bukan hanya terjadi aksi kejar-kejaran hingga ke Lumajang, namun pelaku juga sempat melukai petugas.

Berdasar informasi, penjahat kambuhan yang kesehariannya tinggal di rumah istrinya, di Probolinggo ini spesialis pencurian hewan milik tetangganya sendiri. “Setiap pelaku pulang kampung, pasti ada saja tetangganya yang kemalingan,” kata Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, kemarin siang.

Keresahan warga di Desa Cakru, Kencong, itu memaksa tim Resmob Barat Polres Jember, fokus melakukan pengamanan di wilayah rawan. Benar saja, sekitar pukul 02.00 dinihari, polisi memergoki dua pria yang membawa bungkusan karung. Polisi curiga. Saat hendak diperiksa, yang bersangkutan malah kabur ke arah Lumajang.

Polisi sempat kewalahan saat mengejar dua pencuri yang membawa kambing itu. Namun terus dikejarnya. Sampai di wilayah Tekung, Kabupaten Lumajang, kedua pelaku menabrak warung. Pelariannya pun terhenti. Meski sudah ndlosor, namun Suki, rupanya tak mau menyerah begitu saja. Dia malah mengeluarkan clurit yang disimpan di dalam bajunya. 

Kemudian, celurit itu dibacokkan ke arah leher polisi. Tangan kiri seorang anggota polisi (yang namanya dirahasiakan) mengalami luka terkena sabetan saat menangkis serangan Suki. Sedangkan seorang pelaku lainnya, memilih kabur meninggalkan Suki. Mendapat perlawanan dengan bacokan, polisi lainnya langsung bertindak tegas. Apalagi, rekannya sudah keluar darah di tangan kirinya. Tanpa basa-basi, polisi langsung menembak mati pelaku.

Kapolres Kusworo, membeberkan catatan kriminal Suki. Pada 2013, pelaku rupanya pernah dipenjara selama 1,5 tahun karena kasus pencurian. Namun setelah keluar dari penjara, pelaku kembali mencuri bersama temannya yang sudah ditangkap pada 2015. Sementara pelaku, tercatat sebagai daftar pencarian orang (DPO). “Pelakunya residivis,” imbuhnya.

Meski rekan Suki berhasil kabur dari sergapan maut Tim Resmob Barat Polres Jember, namun polisi tetap akan memburunya. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan polisi, selain celurit dan motor milik pelaku, dua ekor kambing curian juga turut diamankan jadi barang bukti.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Jember, berkesempatan bertemu dengan korban pemilik kambing yang dicuri pelaku. Perempuan itu mengaku bernama Nur Hayati. Kata dia, kambing di kandangnya ada empat ekor. Saat itu dia membelinya seharga Rp 1,5 juta. “Sejak ada dia (pelaku, Red), di kampung sering ada kemalingan,” akunya membenarkan pernyataan Kapolres.

Kata Hayati, meski kambing berhasil diselamatkan dari pencurian, namun kondisinya sekarat bahkan sampai ada yang mati. Sehingga dia pun enggan membawa pulang. “Kambingnya biar buat Pak Polisi. Sebagai tanda terima kasih, karena kampung kami pasti aman lagi,” katanya.

Mendengar hadiah dari Hayati, rupanya Kapolres tidak tega. Meski niat Hayati tulus, namun Kapolres tetap menggantinya dengan uang. “Kalau ibu memberi hadiah kami, anggap saja uang ini hadiah untuk ibu,” kata Kusworo, memberi uang senilai harga kambing korban.

(jr/rul/har/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia