Jumat, 21 Jul 2017
radarjember
Sportainment
Persid Junior

Kalahkan Persebaya 2-1

Senin, 10 Jul 2017 10:05 | editor : HARI SETIAWAN

MENANG: Richard Arbed Anderson, kapten Persid Junior (kanan), dalam laga melawan Persebaya Junior kemarin.

MENANG: Richard Arbed Anderson, kapten Persid Junior (kanan), dalam laga melawan Persebaya Junior kemarin. (Heru Putranto/Radar Jember)

JEMBER - Persid Junior berhasil memetik kemenangan 2 – 1 atas Persebaya Junior dalam laga persahabatan yang digelar di Stadion Utama Jember Sport Garden (JSG) Ajung, kemarin. Dua gol diciptakan Muhammad Hifni di menit ke 13, dan Richard Arbed Anderson di menit ke 79.

Sejak peluit ditiup pada babak pertama, kedua tim bermain sama-sama ofensif. Serangan-serangan terjadi begitu dinamis. Tim tamu sebenarnya sempat membuat gol balasan di menit ke 85, namun dianulir oleh wasit karena dianggap offside. Jelang berakhirnya laga, pemain pengganti Persebaya, RM. Yusuf berhasil memperkecil ketertinggalan dengan satu buah gol.

Meski hanya pertandingan persahabatan dan bertajuk tim tamu, suporter Persebaya yang kerap disebut Bonek (Bondo Nekat), tetap semangat mendukung tim kecintaannya. Para Bonek tidak hanya berasal dari Surabaya, tapi juga dari Jember dan sekitarnya.

       Meski kalah, pelatih Persebaya Junior, Seger Sutrisno mengaku cukup puas dengan permainan anak asuhnya. Dia memaklumi jika timnya belum bisa memetik kemenangan karena selama jeda pertandingan, tidak banyak berlatih. “Saya cukup senang, karena Persebaya U-17 bisa mendapatkan lawan yang cukup sepadan jelang dimulainya pertandingan resmi. Kami juga berterima kasih atas sambutan Berni serta salut pula atas militansi Bonek untuk mendukung kami,” tutur pemain legendaries Persebaya itu usai pertandingan.

       Baik Persebaya maupun Persid, saat ini sama-sama menjadi juara di grup masing-masing pada putaran pertama Piala Soeratin 2017 zona Jawa Timur. Persebaya menghuni Grup D, sedangkan Persid menghuni grup A. Usai jeda pertandingan selama puasa dan Lebaran, laga di putaran kedua akan dimulai pada 19 Juli mendatang.

Pelatih kepala Persid junior, Fachmi Amiruddin menyatakan, masih ada beberapa perbaikan berdasarkan hasil pertandingan uji coba kemarin. Terkait opsi menambah pemain, Fachmi masih akan membicarakannya terlebih dulu dengan manajemen Persid. “Terutama kami masih kurang pelapis pada bek kiri. Karena itu jika ada permasalahan pada bek kiri kami, yakni Abdul, terpaksa Rifqi yang aslinya sebagai striker, terpaksa ditarik ke bek kiri,” tutur Fachmi.

Sebagaimana halnya Persebaya, Persid pun juga tidak banyak berlatih intensif selama bulan puasa kemarin. Salah satu yang akan diperbaiki adalah perihal penyelesaian akhir untuk mencetak gol. “Seperti halnya kebanyakan tim-tim di Indonesia, yang kami perhatikan adalah masalah penyelesaian akhir dan juga menjaga stamina pemain. Untuk itu kami akan perbanyak latihan pada goal position,” tutur pelatih asal Maros ini.

Menjadi juara grup pada putaran pertama, tidak lantas membuat Persid Junior menganggap enteng lawan-lawannya di putaran kedua nanti. Terlebih, pertandingan putaran kedua Grup A nantinya akan digelar di Jember. “Kemarin kita di Malang, bertanding di kandang lawan saja bisa menang, apalagi nanti kita jadi tuan rumah. Tetap harus lebih optimal,” ujar Fachmi.

       Kemenangan atas Persebaya Junior membuat kepercayaan diri para pemain Persid Junior bertambah. Sang kapten, Richard Arbed Anderson, menyatakan dia dan rekan-rekannya cukup antusias jelang dimulainya putaran kedua nanti. “Target kami tetap sebagai juara. Saya pribadi menganggap tidak ada lawan yang paling kami anggap lebih di Group A ini, semua sama saja,” tutur Richard.

       Perkasa di lapangan, tidak membuat langkah Persid Junior mengarungi laga Piala Soeratin menjadi lancar. Pasalnya, hingga kini Persid belum juga bisa menerima kucuran dana pembinaan APBD dari Pemkab Jember. Padahal, anggaran untuk Persid dari informasi yang diterima manajemen Persid, sudah dianggarkan dalam APBD 2017. “Sampai saat ini, kami belum bisa menerima dana pembinaan yang sudah dianggarkan, katanya masih proses tapi tidak jelas sampai di mana karena komunikasi dengan bupati maupun Pemkab juga sulit. Karena itu, sampai saat ini operasional Persid Junior berasal dari kantong pribadi pengurus, terutama saya pribadi,” tutur Sutikno, manajer Persid Junior.

Sutikno mengaku prihatin karena seluruh pemain Persid belum bisa menerima gaji, imbas dari molornya pencairan dana dari Pemkab Jember. “Padahal banyak pemain juga yang dari keluarga tidak mampu, jadi kami cuma bisa semampu kami,” lanjut Sutikno.

Manajemen Persid Junior mengaku sudah menghitung, hanya mampu hingga putaran ketiga Piala Soeratin. Jika sampai pada saat itu Pemkab Jember masih tidak mencairkan anggaran untuk Persid yang sudah dianggarkan, Sutikno mengaku terpaksa mengambil langkah berat, yakni mundur dari kompetisi. “Sebenarnya sangat berat bagi kami untuk seperti itu, karena kecintaan terhadap Jember. Tapi kami punya keterbatasan dana juga kalau harus membiayai secara pribadi,” jelas Sutikno.

       Jika terpaksa mundur, manajemen Persid Junior akan menjual para pemainnya ke luar daerah. “Dari Persebaya sebenarnya sudah ada komunikasi untuk mengambil beberapa pemain muda kami. Tapi saya masih berusaha bertahan,” pungkas Sutikno.

(jr/ad/har/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia