Sabtu, 29 Jul 2017
radarjember
Sportainment

Kasihan... PBSI Nggak Ngoyo Bina Altet, Kenapa?

Jumat, 07 Jul 2017 17:19 | editor : HARI SETIAWAN

MINIM PEMBINAAN: Para pebulutangkis junior ini menjadi “korban” minimnya dana pembinaan. PBSI menegaskan tak ngoyo melakukan pembinaan karena dana terbatas.

MINIM PEMBINAAN: Para pebulutangkis junior ini menjadi “korban” minimnya dana pembinaan. PBSI menegaskan tak ngoyo melakukan pembinaan karena dana terbatas. (Heru Putranto/Radar Jember)

JEMBER – PBSI Jember mengusung target tinggi dalam Kapolres Cup yang digelar 7 sampai 11 Juli 2017. Sebagai tuan rumah, PBSI menargetkan menjadi juara dalam kejuaraan yang digelar di GOR Argopuro Jember tersebut. Pebulutangkis Jember akan berjuang melawan ratusan pebulutangkis dari Jatim.

 “Hingga penutupan pendaftaran kemarin (6/7), terdapat 260 atlet bulu tangkis yang mendaftar. Hampir separonya berasal dari Jember. Mereka terbagi dalam sembilan kelompok junior, satu kelompok dewasa dan satu kelompok veteran,” tutur Bendahara Pengkab PBSI Jember Listyorini kepada Jawa Pos Radar Jember.

Selaku tuan rumah, Jember optimistis mampu meraih hasil optimal dalam kejuaraan terbuka itu. Dari beberapa kelompok umur yang dipertandingkan, Jember memasang target menang. Antara lain di kelompok tunggal pemula putra, ganda pemula putra serta beberapa kelompok anak baik putra maupun putri.

“Terutama di kelompok anak putra, karena kita punya atlet yang jadi juara Jatim. Dia atlet pelatkab. Tapi tidak tertutup kemungkinan, juga target di kelompok yang lain,” ujar Ketua Pengkab PBSI Jember Ervan Friambodo.

Untuk meraih target tersebut, beberapa daerah akan diperhitungkan sebagai unggulan. Antara lain atlet bulu tangkis dari klub Jaya Raya Abadi Probolinggo. Dalam kancah bulu tangkis di Jatim, Jaya Raya Abadi termasuk salah satu klub terkuat yang atlet-atletnya sering meraih juara. “Mereka adalah klub tangguh karena sering mengadakan kompetisi terbuka. Jadi itu secara bertahap memang membangun mental juara bagi para atletnya,” jelas Ervan.

Dari Jember, beberapa klub andalan menjadi pemasok utama atlet dalam kejuaraan Kapolres Cup 2017. “Terutama dari PB Putra Jember, PB Smash dan PB Bintang Puger,” sambung Ervan.

PBSI Jember masih mengandalkan beberapa atlet binaannya di Pelatkab Jember. Namun dengan kondisi saat ini, operasional Pelatkab Jember untuk sementara ditopang oleh iuran dari para pengurus. “Hingga kini, dana dari pemkab memang belum cair. Karena itu, kita rutinitas masih ada subsidi atau swadaya dari personal-personal yang peduli. Juga pengurus seperti saya, Pak Nono (manajer pelatkab, Red) dan lain-lain,” tutur Ervan.

Menurut Ervan, PBSI Jember tidak akan terlalu ngoyo atau bersikeras untuk mempertahankan keberadaan Pelatkab Jember. Jika memang pemkab memutuskan tidak ada dana, maka PBSI Jember akan membubarkan Pelatkab Jember. Langkah ini dilakukan, demi masa depan para atlet sendiri.

Sebab, menurut Ervan, jika dukungan dari pemerintah tidak total, maka kelangsungan masa depan atlet yang memilih fokus di olahraga bisa terancam. “Realistis saja. Bicara prestasi, ya harus totalitas. Kita tidak mau gambling (bertaruh) untuk masa depan atlet-atlet muda itu karena mereka sudah mengorbankan sekolahnya kalau memilih di pelatkab. Jadi sebaiknya bubarkan saja,” pungkas Ervan.

(jr/ad/har/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia