Rabu, 26 Jul 2017
radarjember
Radar Semeru
Kecelakaan

Nenek Tuli Ini Bernasib Tragis

Jumat, 07 Jul 2017 09:49 | editor : HARI SETIAWAN

HENDAK DIEVAKUASI: Warga di sekitar lokasi kejadian melihat kondisi korban yang tertabrak kereta api di Ledok Tempuro, Randuagung.

HENDAK DIEVAKUASI: Warga di sekitar lokasi kejadian melihat kondisi korban yang tertabrak kereta api di Ledok Tempuro, Randuagung. (Polsek Randuagung for Radar Jember)

LUMAJANG – Mianah atau warga setempat biasa menyapa Bu Nuri mengalami nasib nahas. Perempuan 65 tahun ini diseruduk kereta api di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung. Korban yang sudah tuli ini tewas seketika di lokasi kejadian sekitar pukul 12.30.

Korban saat itu berjalan kaki dari rumahnya ke kediaman anaknya. Korban berjalan menuju rumah anaknya dengan berjalan kaki. Korban memilih berjalan kaki di rel kereta api yang tidak jauh dari rumahnya.

Asari, salah seorang warga setempat menuturkan, jarak rumah korban dengan anaknya sebenarnya hanya sekitar 500 meter. Sesaat sebelum peristiwa tragis itu terjadi, warga mendengar klakson kereta api yang datang dari arah timur berbunyi berkali-kali. “Kereta api membunyikan klakson terus. Jika seperti itu pasti ada korban yang tertabrak kereta api,” katanya.

Ternyata benar, Mianah atau Bu Nuri sudah terkapar di sebelah utara rel kerea api dalam kondisi luka parah. “Saat itu korban hendak menyeberang, kemudian tidak tahu jika ada kereta melintas. Diklakson tidak mendengar wong orangnya tuli,” tuturnya.

Setelah menabrak korban, masinis kereta api yang melaju ke arah barat sempat menghentikan laju kereta api untuk melihat kondisi korban. Awak kereta api lalu memanggil masyarakat sekitar agar memberitahu keluarga korban.

Setelah itu kereta api kembali melaju dan melanjutkan perjalanan. Sementara, warga mulai berdatangan melihat kondisi korban. “Kereta api sempat berhenti dan warga mulai berdatangan,” ungkapnya.

Sebelum lokasi kejadian, lintasan rel memang menikung. Jarak tikungan dengan tempat korban tertabrak kereta hanya sekitar 300 meter. “Sekitar 300 meter rel berbelok, gak nutut jaraknya kalau kereta api ngerem,” duga Asari.

Setelah dievakuasi, korban dilarikan ke RSUD dr Haryoto untuk menjalani otopsi. Sementara, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. “Korban tertabrak oleh kereta api Mutiara Timur jurusan Banyuwangi-Surabaya,” kata AKP Muchammad Toha, Kapolsek Randuagung.

(jr/mar/har/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia