Senin, 21 Aug 2017
radarbromo
Hukum & Kriminal

Masuk ke Kamar Kost, Pelaku Ini Garong Barang Bersama Tiga Kawannya

Jumat, 11 Aug 2017 04:18 | editor : Fandi Armanto

PENJAHAT: Samsul Arifin (kiri) yang kini sudah mendekam di sel Polsek Pandaan.

PENJAHAT: Samsul Arifin (kiri) yang kini sudah mendekam di sel Polsek Pandaan. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

PANDAAN - Satu dari empat komplotan penggarong barang anak kost berhasil diciduk Polsek Pandaan Rabu (9/8) lalu. Dia adalah Samsul Arifin, 30, warga Dusun Sidokatut, Desa Ketanireng, Kecamatan Pandaan. Dia dibekuk petugas saat berada di tepi jalan Karangjati, Pandaan.

Sebelum dibekuk, Samsul bersama ketiga kawannya pernah menggarong kamar kost di kawasan Dusun Madulegi, Desa Plintahan, Kecamatan Pandaan pada Jumat (4/8) siang. Saat itu yang menjadi korbannya adalah Erlin Firmansyah, 27, asal Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Samsul bersama tiga kawannya, datang ke tempat kost dan langsung masuk ke kamar Erlin. Sesampainya didalam kamar, empat sekawan ini mengambil handphone yang tengah di charger. Tak cukup itu, dompet berisi uang tunai Rp 900 ribu, KTP, SIM dan tiga kartu ATM dan NPWP, juga disaut.

Aksi itu rupanya diketahui pemilik kamar yang saat itu hendak masuk ke dalam kamar. Kebetulan korban kenal dengan salah satu pelaku. Mulanya, korban tak mengetahui kalau barangnya digarong. 

Baru ketika handphone dan dompetnya tak ada di tempat, dia mulai curiga. Dan, saat korban hendak bertanya serta mencari tahu, para pelaku berusaha menghalanginya bahkan mendorongnya hingga jatuh ke kasur. Kalah jumlah, korban akhirnya tak mengejar para pelaku yang saat itu langsung kabur. Baru setelah kejadian itu, korban melapor ke polisi.

“Satu pelaku berhasil kami tangkap, dan ini (Samsul) adalah otaknya. Tiga rekan lainnya DPO, masing-masing KH, RO dan YS dan masih dalam pengejaran. Mereka merupakan satu komplotan perampasan dalam kejadian tersebut,” tegas Kanitreskrim Polsek Pandaan Iptu Agus Purnomo.

Menurut kanitreskrim, pelaku yang tertangkap kenal korban. Tapi, tiga lainnya tidak. “Kasus ini adalah tindak pencurian dengan kekerasan,” ungkapnya.

Saat menangkap Samsul, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa satu buah HP dan dompet beserta beberapa kartu milik korban. Kemudian satu buah senjata tajam jenis celurit beserta kain pembungkusnya. Motor Honda Vario warna merah nopol N 5809 OT milik pelaku juga turut disita, karena dipakai sarana untuk melakukan tindak pidana.

“Saat ini pelakunya untuk sementera mendekam di sel tahanan Mapolsek Pandaan. Kami jerat dengan pasal 365 subs yo 368 KUHP, yang ancamannya maksimal tujuh tahun penjara,” cetusnya.

(br/zal/fun/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia