Kamis, 24 Aug 2017
radarbromo
Radar Bromo Events

Nih Dia Pemenang Santri Entrepreneur 2017

Jumat, 11 Aug 2017 12:10 | editor : Muhammad Fahmi

JUARA: Plt Sekda Kabupaten Probolinggo, Asy’ari (kiri) menyerahkan hadiah kepada juara Santri Entrepreneur, Kamis (10/8).

JUARA: Plt Sekda Kabupaten Probolinggo, Asy’ari (kiri) menyerahkan hadiah kepada juara Santri Entrepreneur, Kamis (10/8). (Jamaluddin/ Radar Bromo)

KRAKSAAN- Event Santri Entrepreneur 2017 gelaran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo hasil kerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo, mencapai puncaknya Kamis (10/8). Tiga dari 20 santri Pondok Pesantren (Ponpes) dengan nilai terbaik dalam lomba kewirausahaan itu, ditetapkan menjadi pemenang.

Mereka adalah Hairul Hakiki dari Ponpes Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan. Hairul berhasil menjadi juara pertama setelah karyanya berupa furnitur tong bekas, dianggap yang terbaik oleh tim juri. 

Menyusul di belakangnya, ada Ibnu Awal dari Ponpes Darul Mukhlasin, Kecamatan Tegalsiwalan, yang memiliki kreativitas dalam pembuatan busana batik. 

Di posisi ketiga, ada nama Icromatul W dari Ponpes Syekh Abdul Qodir Al Jailani (SAQA), Kecamatan Kraksaan, yang memiliki ide beriwirausaha dengan memafaatkan benda bekas.

Pengumuman pemenang diumumkan bersamaan dengan seminar peringatan Hari Koperasi ke-70 di Gedung Islamic Centre (GIC) Kraksaan. Dalam penganugerahan itu, 20 santri yang menjadi nominasi juga dihadirkan. Selain itu, penganugerahan tersebut juga disaksikan oleh para pengurus Kopwan, KSP, dan insan perkoperasian lainnya di Kabupaten  Probolinggo. 

Dalam sambutannya, Plt Sekda Kabupaten Probolinggo Asy’ari mengungkapkan, event Santri Entrepreneur merupakan salah satu upaya pemkab menumbuhkan jiwa wirausaha (entrepreneur). Khususnya para santri dan pelajar yang ada di ponpes. 

“Mudah-mudahan dengan adanya event ini, bisa membangkitkan dan menumbuhkan semangat para santri dan masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk memiliki jiwa wirausaha. Terima kasih kepada Jawa Pos Radar Bromo yang telah memfasilitasi dan bekerja sama dengan kami dalam event ini,” terangnya.

Ke depan, ia berharap para santri itu memiliki potensi lain selain bidang agama, yang bisa dikembangkan. Yakni, menjadi wirausaha atau entrepreneur. “Sehingga, bisa menciptakan lapangan usaha atau pekerjaan. Baik bagi dirinya sendiri, maupun masyarakat sekitar,” katanya.

Ada tiga orang juri yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Bambang Supriadi, kabid Usaha Mikro Kecil dan Menengah pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo; Sudarmanto, dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Probolinggo; dan Abdul Halim, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Panca Marga (UPM), Probolinggo. 

Sudarmanto, salah satu juri mengungkapkan, penilaian dalam event ini, didasarkan pada sejumlah komponen dan indikator yang dilakukan melalui presentasi. Penilaian juga diberikan berdasarkan melihat produk wirausaha dari masing-masing nominasi. Yakni, saat tahapan kunjungan lapang beberapa waktu lalu.

“Komponen penilaiannya, di antaranya kejelasan presentasi atau tanya jawab, pengetahuan dan penampilan masing-masing nominasi. Ada juga komponen produksi yang disertai pendukung, dasar pemikiran produk dan rancangan pemasaran,” ujar pria yang di Kadin menjabat sebagai Kepala Biro Pengembangan SDM tersebut. (uno)

(br/uno/mie/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia