Senin, 21 Aug 2017
radarbromo
Ono-ono Ae

Keasyikan Nongkrong di Rumah Tetangga

Kamis, 10 Aug 2017 10:20 | editor : Radfan Faisal

(Ilustrasi: Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

Mulanya, aktivitas Minthul (nama samaran), 29, di luar rumah hanya untuk sekadar nyambung hidup dengan mengerjakan pesanan baju yang akan dijahit. Lama kelamaan, warga Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, ini malah lebih sering nongkrong di rumah tetangga, meski tak ada pesanan.

Minthul malah melupakan tugas-tugasnya di rumah. Karenanya, Tole (juga nama samaran), 33, kecewa dan marah. Masalah itulah yang kemudian menyebabkan rumah tangga mereka retak. Hingga akhirnya pasangan suami-istri yang telah menghabiskan waktu bersama selama 10 tahun ini, bercerai.

Minthul sendiri punya alasan kenapa ia sering berada di luar rumah. Ia mengaku bosan dengan rutinitas masak, bersih-bersih, dan merawat anak. “Memang sih, katanya kodrat perempuan seperti itu. Tapi, kan saya juga pengen punya kesibukan yang lain. Seperti bekerja dan punya uang sendiri,” ungkapnya.

Ia mengakui, untuk bekerja di sebuah perusahaan tak mungkin. Maklum, ia sudah dinikahi Tole selepas duduk di bangku SMA. Dan, ia mengaku tak memiliki keahlian apapun. Kehidupan rumah tangga Tole dan Minthul sendiri juga tak pernah diterpa masalah berat. Sampai akhirnya, Minthul mendapat jalan untuk bekerja sebagai penjahit.

Aktivitas Minthul belajar menjahit, juga diketahui Tole. Setelah mahir menjahit, Minthul kemudian ikut bekerja jika tetangganya yang memang penjahit, punya pekerjaan banyak. “Awalnya Tole mendukung. Katanya bagus kalau bisa cari uang sendiri. Jadi ya saya mulai ikut tetangga, buat terima pesanan-pesanan,” ungkapnya.

Mulanya, Minthul masih sering mengerjakan pesanan di rumah. Namun, menurutnya, lebih enak jika kumpul dengan tetangga lain yang juga berprofesi sama. Lama-kelamaan, Minthul malah keasyikan dengan aktivitas barunya itu. Kini, Minthul sering lupa waktu dan melalaikan tugas rumah.

Suaminya memang sempat mengingatkan agar tak meninggalkan tugas utamanya sebagai istri dan ibu. Tapi, Minthul mengabaikan nasihat itu. Ia lebih suka bekerja karena bisa menghasilkan uang sendiri. Bahkan, meski tidak ada pesanan, Minthul lebih senang kumpul bareng tetangga.

Tole yang mengetahui hal ini, langsung emosi. Apalagi, Minthul sering pulang hingga larut malam dan jarang di rumah. “Dia bilang, katanya gak usah cari kerja-kerjaan lagi,” katanya. Minthul jelas tidak terima, padahal selama ini dari hasil kerjanya sedikit banyak ada tambahan untuk keluarga.

Akibatnya, pertengkaran pun tak bisa dihindari. Tole tetap ngotot bahwa Minthul tidak boleh kerja lagi. Karena nasihatnya tak didengar, Tole sempat berbuat kasar pada istrinya tersebut. “Ya sudah, saya sakit hati dia sampai kasar. Akhirnya saya pilih cerai saja,” jelasnya.

(br/eka/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia