Jumat, 28 Jul 2017
radarbromo
Ono-ono Ae

Tak Tahan Jadi Sapi Perah Mertua

Senin, 17 Jul 2017 17:55 | editor : Radfan Faisal

(Ilustrasi: Achmad Syaifudin/Jawa Pos Radar Bromo)

BEJI - Hubungan antara menantu dan mertua memang sering tak stabil. Apalagi, jika tidak ada ketidakcocokan yang mengakibatkan adanya perbedaan.  Terlebih bagi Minthul (nama samaran), 29, yang merasa mertuanya bak majikan yang harus dilayani setiap saat.

Bahkan, sang mertua, disebutnya terlalu banyak menuntut. Bukan hanya meminta gaji, tapi juga meminta Minthul bekerja layaknya pembantu. Kondisi itu membuat Minthul benar-benar tak tahan lagi. Tak betah diperlakukan semena-mena, Minthul memilih bercerai saja ke Pengadilan Agama (PA) Bangil.

Minthul mengatakan, sejatinya hubungannya dengan suaminya, Tole (juga nama samaran), 30, tidak ada masalah yang berarti. Namun, yang membuat Minthul jengkel adalah Tole tidak bisa tegas untuk segera pindah dari rumah mertua agar bisa hidup mandiri.

“Padahal, kami sama-sama kerja. Paling tidak bisa ngontrak, sehingga kami bisa hidup mandiri gak ada campur tangan mertua,” ungkapnya.

Sebagai menantu, Minthul sudah berusaha banyak untuk menjadi anak yang baik. Segala permintaan ibu mertua selalu dituruti agar dirinya tak dianggap menantu durhaka. Apalagi, Tole suaminya memang satu-satunya anak lelaki, sehingga bisa dibilang sebagai anak kesayangan ibundanya.

Sebelum menikah dulu, memang ada permintaan khusus dari ibunda Tole agar mereka tetap tinggal bersama mereka. “Saya awalnya setuju saja, meskipun Tole anak laki-laki, tapi paling bungsu. Kakak perempuannya juga sudah menikah dan ikut suaminya,” ungkapnya.

Sehingga, memang ada keengganan jika Tole juga harus pergi. Alasannya biar rumah tidak sepi dan nanti ada yang bantu merawat cucu. Awalnya, kata Minthul, pendapatan mertuanya masuk akal. Apalagi, Minthul juga mengaku enggan berhenti kerja setelah menikah dengan Tole.

Namun, awal menikah, dikatakan adalah neraka bagi Minthul sendiri. Ini, lantaran mertuanya malah menuntut agar Minthul tetap melakukan semua pekerjaan rumah. Tak hanya untuk meladeni Tole, tapi mertuanya juga.

“Pekerjaan rumah kayak cuci piring, cuci baju, bersihkan rumah semua sudah harus saya lakukan sebelum kerja. Jadi, saya harus bangun jam 4 pagi agar bisa selesai sebelum saja berangkat kerja,” ungkapnya.

Untuk memasak, memang mertuanya yang melakukan. Ini, lantaran Minthul memang tak bisa ke pasar dan masak lantaran dirinya bekerja di pabrik. Nah, tak enaknya, karena merasa harus belanja, mertuanya meminta uang gaji Tole semuanya, bahkan juga gaji Minthul.

Awalnya Minthul berat kalau memberikan semua. Tapi, sang mertua rupanya dari awal sudah tahu besaran gaji mereka berdua. Akhirnya, mereka selalu meminta uang agar bisa mengelola keuangan keluarga.

Minthul sendiri dikatakan makin menderita setelah dirinya hamil dan melahirkan. Ini, lantaran ibu mertuanya ternyata tak banyak membantu mengurus cucunya, terutama jika Minthul sudah pulang dari kerja.

“Jadi, dia memang bantu kalau saya kerja, tapi kalau sudah pulang saya yang urus. Itu pun masih harus ngurusi kerjaan rumah dulu,” ungkapnya.

Minthul mengaku benar-benar tak betah lagi tinggal di rumah mertuanya. Namun, Tole sendiri tidak bisa tegas dan enggan pergi dari rumah lantaran tak enak dengan orang tuanya sendiri.

“Ya sudah, suami malah berat ke orang tuanya, padahal dia sudah tahu saya menderita. Daripada hidup diperah habis-habis, saya minggat dan langsung pilih cerai,” pungkasnya. (eka/fun)

(br/eka/rf/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia