Sabtu, 29 Jul 2017
radarbojonegoro
Tuban

Ini Akibatnya Kalau Nekad Seberangi Bengawan Solo dengan Berenang

Senin, 17 Jul 2017 21:22 | editor : Jatmiko

Ilustrasi (istimewa)

TUBAN – Nasib nahas menimpa Teguh, 21, warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Suko, Tuban. Saat pulang memancing korban nekad menyeberangi sungai Bengawan Solo di Desa Kendalrejo dengan cara berenang. Namun, di tengah sungai, korban kehabisan nafas dan tenggelam, sekitar pukul 15.00, Senin (17/7).

Peristiwa tragis itu berawal saat korban berangkat dari rumah pukul 13.00, mencari ikan dengan cara memancing di Sungai Bengawan Solo. Lalu korban diantar mertuanya, Karjan, 65, dengan perahu menyeberang ke Desa Sekaran, Kecamatan Balen, Bojonegoro.

Sekitar pukul 15.00, korban selesai memancing. Namun, tanpa menunggu mertuanya menjemput, korban nekad menyeberang Bengawan Solo yang lebarnya sekitar 15  meter, dengan cara berenang. ‘’Saya sudah pesan ke suami saya, kalau pulang nunggu jemputan dari bapak. Tapi Suami saya bilang ndak usah. Karena pulangnya berenang,’’ kata istri korban, Eli Endrawati, 19, penuh duka.

Diduga korban kehabisan tenaga, sehingga tidak mampu menyeberang dan akhirnya tenggelam. Sedangkan Samian, 50, salah serorang warga Kendalrejo, yang berada di tepi sungai Bengawan Solo, tak bisa memberikan pertolongan. ‘’Saya mau menolong, tapi Teguh sudah tenggelam, lagi pula arus sungai Bengawan Solo kan  cukup deras,’’ katanya.

Hingga berita ini diturunkan, korban belum berhasil ditemukan. Tim BPBD Kabupaten Tuban menurunkan anggotanya untuk melakukan pencarian korban dengan perahu karet.(mik/JPGM)

(bj/mik/mik/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia