Senin, 24 Jul 2017
radarbojonegoro
Bojonegoro

Masih Musim Kemarau Basah

Senin, 17 Jul 2017 07:00 | editor : Ebiet A. Mubarok

MERANGGAS : Pohon jati di hutan milik Perhutani di Kecamatan Dander kemarin. Meski minim hujan tapi masih kemarau basah. 

MERANGGAS : Pohon jati di hutan milik Perhutani di Kecamatan Dander kemarin. Meski minim hujan tapi masih kemarau basah.  (M. Nurkhozim/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO – Hujan dengan intensitas ringan masih akan turun sekitar 10 sampai 20 hari ke depan. Hal itu terjadi karena Bojonegoro masih mengalami kemarau basah. 

”Saat ini masih kemarau basah,’’ ungkap Kasi Kesiapan Logistik BPBD Bojonegoro Budi Mulyono kemarin (16/7).

Budi menjelaskan, saat ini sesekali masih turun hujan, meskipun intensitasnya masih tidak begitu tinggi. Kondisi itu juga tidak merata di seluruh wilayah. Misalnya di Temayang hujan deras, di Bojonegoro Kota tidak hujan. ”Jadi, masih belum bisa dibilang saat ini sudah puncak kemarau,’’ jelasnya.

Selain itu, lanjut Budi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatim hingga kini masih belum mengeluarkan keterangan. Beberapa prediksi cuaca yang dikeluarkan BMKG adalah kondisi cuaca masih hujan ringan. ”Jadi, kami tidak bisa memastikan puncaknya kemarau,’’ jelasnya.

Menurut Budi, hingga kini pihaknya masih belum menyiapkan dropping air bersih. Sebab, saat ini masih kerap turun hujan. Sehingga, belum ada wilayah di Bojonegoro yang mengalami krisis air bersih. ”Masih sering hujan, belum ada permintaan,’’ jelasnya. 

Menurut Budi, krisis air bersih di Bojonegoro sudah mulai berkurang. Sebab, sudah ada penanganan dengan dibuatkan sumur. Selain itu, pemkab juga sudah membuatkan embung desa untuk tanah resapan air.

Namun, Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro sudah menyiapkan dropping air bersih untuk kebutuhan musim kemarau. Pemkab tidak membatasi kuota air bersih tersebut. Selama ada permintaan, maka akan dilakukan dropping.

”Air akan dikirim jika ada permintaan. Kalau tidak ada permintaan, ya tidak dikirim,’’ ungkap Kabid Rehabilitasi dan Peningkatan Kesejahteraan Sosial Dinsos Bojonegoro Dwi Harningsih.

Dwi menjelaskan, setiap tahun pihaknya selalu menganggarkan dana untuk dropping air bersih. Sebab, ada beberapa desa di Bojonegoro yang membutuhkan bantuan air bersih saat musim kemarau. Namun, khusus tahun ini permintaan air bersih tidak dibatasi kuota. ”Sebab, tahun lalu tidak ada permintaan,’’ ungkapnya.

Hingga kini belum ada permintaan dropping air bersih dari dinsos. Sebab, hingga kini masih kerap turun hujan di Bojonegoro. Pada 2015 lalu, ada sekitar 16 kecamatan yang rawan kekeringan. Namun, tahun lalu tidak ada satu pun kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih. ”Tahun lalu tidak ada permintaan, karena kemarau basah,’’ jelasnya. (zim/nas)

(bj/zim/nas/bet/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia