Jumat, 18 Aug 2017
radarbojonegoro
Hukum & Kriminal

Dua Pengedar Carnopen Dibekuk

Sita 5 Ribu Butir

Kamis, 13 Jul 2017 08:15 | editor : M. Abdul Hafid

DIBEKUK: Dua pengedar besar carnopen yang beroperasi di wilayah Kecamatan Palang.

DIBEKUK: Dua pengedar besar carnopen yang beroperasi di wilayah Kecamatan Palang. (Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)

Berita Terkait

PALANG – Penyalahgunaan carnopen masih menjadi momok di Tuban. Meski genderang perang terhadap pengedar obat daftar G ini ditabuh, namun jaringan pengedarnya tetap menggurita. Selasa (11/7) sekitar pukul 21.00, pengedar Wartono, 35, ditangkap bersama M. Ali, 26, kaki tangannya di wilayah hukum Polsek Palang. Keduanya diamankan dengan barang bukti 5 ribu butir carnopen yang terbungkus dalam 5 kantong  plastik dan uang hasil penjualan Rp 477 ribu.

Kapolsek Palang AKP Simoen memaparkan, penangkapan tersebut berkat informasi dari masyarakat bahwa di rumah Wartono di Desa Karangagung, Kecamatan Palang kerap dijadikan tempat transaksi pil bersandi Mbah Karno tersebut. 

Selasa pukul 06.00, dua petugas berpakaian preman menyaru sebagai pembeli. Penyamaran dua anggota tersebut terbongkar. Wartono yang mengenali mereka, bukannya melayani. Dia malah kabur melalui jendela samping rumahnya. Di rumah tersebut, petugas hanya mendapati istri tersangka sendirian. 

Karena target sasarannya menghilang, polisi menggeledah rumah Wartono dan mendapati lima kantong carnopen yang masing-masing berisi seribu butir. Pil tersebut ditemukan di kamar tersangka. Setelah lebih dari lima belas jam atau sekitar pukul 21.00, polisi mendapat informasi kalau buruannya kembali ke rumah. Petugas pun mengambil langkah cepat dengan mengamankannya di rumah.

Ketika diamankan, pria lulusan sekolah dasar (SD) tidak ingin sendirian. Dia pun mencatut kaki tangannya yang sering diajak kerja sama mengedarkan ''pil setan'' tersebut. Dia adalah M. Ali yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggalnya. ‘’Wartono perannya pengedarkan, sedangkan M. Ali kurir mengambil barang dari bandar,’’ ujar Simoen.

Dikatakan dia, berdasar pengakuan kedua tersangka, mereka mengaku mengedarkan carnopen di kalangan nelayan saja. Namun, petugas tidak percaya begitu saja. Diduga masih ada anggota jaringannya. Sebab, dari barang bukti yang disita, carnopen sebanyak itu cukup untuk memenuhi permintaan sepuluh pengedar kecil . ‘’Dengan barang bukti sebanyak ini, Wartono layak sebagai tangan kedua dari bandar yang saat ini kami buru,’’ tegas mantan kasatreskrim Polsek Sukolilo, Surabaya itu.

Simoen mengaku sudah mengantongi identitas bandar yang menyetok Wartono. Polsek akan koordinasi dengan satreskoba polres setempat untuk membekuk bandar yang berdomisili di wilayah kota tersebut. Wartono dan Ali kepada petugas mengaku terpaksa mengedarkan carnopen karena terdesak kebutuhan. Aktivitas tersebut dijalani sepulang melaut. Keduanya yang kini ditahan dijerat pasal 197 jo 106 ayat 1 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman  hukumannya 15 tahun penjara.(yud/ds)

(bj/*/ds/haf/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia