Jumat, 28 Jul 2017
radarbojonegoro
Ekonomi

Penjualan Batik Lesu Pasca Lebaran

Kamis, 13 Jul 2017 05:05 | editor : M. Abdul Hafid

TURUN: Salah seorang karyawan industri Batik Jonegoro tengah sibuk mengecek hasil produksi. Hasil tersebut kemudian akan dijual dan dikirim kepada pemesan.

TURUN: Salah seorang karyawan industri Batik Jonegoro tengah sibuk mengecek hasil produksi. Hasil tersebut kemudian akan dijual dan dikirim kepada pemesan. (Rika Ratmawati/Radar Bojonegoro)

BOJONEGORO- Pasar batik Jonegoro lesu pasca Lebaran. Hal itu disebabkan karena pasar batik hanya berkutat di sektor lokal. Sehingga, pemasarannya menyesuaikan dengan momen. 

Penjual batik di Bojonegoro, Amin, mengungkapkan, permintaan batik pasca Lebaran cenderung turun. Bila sebelumnya sehari bisa menjual 20-30 potong, saat ini antara 7-10 potong. Sebab, permintaan batik Jonegoro masih menyesuaikan kondisi alam. Kalau musim Lebaran dan penerimaan siswa baru, biasanya permintaan akan bertambah. Setelah itu, permintaan kembali normal.

Menurut Amin, peminat batik Jonegoro sebenarnya tinggi, karena motifnya juga banyak. Selain itu, masing-masing perajin memiliki ciri khas sendiri, sehingga pasarnya berbeda. ’’Motif batik memang diselaraskan, tapi setiap perajin berhak membuat kombinasi,” ujarnya kemarin (12/7).

Selama ini, penjualan batik Jonegoro didominasi oleh pasar lokal. Seperti sekolah, instansi, dan perusahaan. Meski peminat masyarakat umum tetap ada, tapi tidak banyak.

Amin menjelaskan, produk batik Jonegoro sebagian sudah tembus luar daerah. Tapi, konsumennya memang memiliki link khusus dengan perajin, sehingga penjualannya secara pribadi. Kalau penjualan dalam jumlah besar keluar daerah memang belum ada fasilitasnya.

Rahayu, penjual batik Jonegoro lainnya, mengatakan, selain menjual melalui toko, pihaknya kerap menawarkan produknya lewat berbagai media sosial. Dengan kemajuan teknologi tersebut cukup membantu para pelaku usaha. Hal itu dilakukan karena harga batik Jonegoro memang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Sebab, ketersediaan bahan baku dan tingkat produksinya menjadi salah satu faktor. (rka/haf)

(bj/haf/haf/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia