Kamis, 17 Aug 2017
radarbanyuwangi
Edukasi

Pelajar Dikenalkan Pentingnya Bayar Pajak

Minggu, 13 Aug 2017 07:10 | editor : Ali Sodiqin

SERAH TERIMA : Kepala MTsN Banyuwangi, Salman menerima plakat dari perwakilan Kantor Pajak Pratama (KPP) Banyuwangi.

SERAH TERIMA : Kepala MTsN Banyuwangi, Salman menerima plakat dari perwakilan Kantor Pajak Pratama (KPP) Banyuwangi. (Gerda Sukarno/RaBa)

BANYUWANGI – Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPPP) Banyuwangi menggelar kegiatan bertajuk Pajak Bertutur di lingkungan sekolah. Mulai di lingkungan SD, SMP, MTs, SMA dan SMK di Banyuwangi kemarin.

Total sebanyak 455 peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan yang digeber serentak di Indonesia itu. Di Banyuwangi, KPPP Banyuwangi menggelar sosialisasi terkait dengan pentingnya sadar pajak itu di berbagai sekolah. Di antaranya, di SDN Model, SMPN 1 Banyuwangi, MTsN Banyuwangi, SMAN 1 Giri dan SMKN Banyuwangi.

Pajak bertutur merupakan inklusi kesadaran pajak dengan visi mewujudkan generasi bangsa yang mempunyai karakter cinta tanah air. Selain itu, visi berbela Negara dalam menjadikan kesadaran pajak yang notabene sebagai salah satu nilai budaya bangsa yang terus ditanamkan dari generasi ke generasi.

Sementara itu, ada beberapa hal berkaitan dengan misi Pajak Bertutur, yaitu menanamkan nilai-nilai kesadaran pajak sebagai salah satu nilai budaya bangsa. Mengintegrasikan nilai kesadaran pajak dalam sistem pendidikan nasional.

Misi lainnya yaitu membeli nilai tambah bagi para pemangku kepentingan pendidikan dalam memajukan dunia pendidikan. Misi keempat yaitu menyediakan literasi kesadaran pajak bagi masyarakat dan pemangku kepentingan dan meningkatkan kesadaran perpajakan peserta didik, tenaga pendidik dan tenaga pendidikan serta masyarakat luas.

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MtsN) Banyuwangi, mendapatkan cenderamata dari Kasi Pengawasan dan Konsultasi (Paskol) KPP Banyuwangi kemarin (11/8). Sosialisasi diikuti oleh siswa kelas 7 MtsN Banyuwangi. Kali ini, siswa diajari betapa pentingnya membayar pajak. Walaupun masih usia dini belum wajib pajak, para siswa sangat antusias mengikuti acara tersebut. Para guru juga mengikuti jalannya acara tersebut. "Mengajarkan wajib pajak ke anak usia dini agar siswa menyadari bahwa bagaimana pentingnya bayar pajak saat mereka nanti sudah menjadi peserta wajib pajak," ujar Salman, Kepala MTsN 1 Banyuwangi.

Salman mengatakan, sosialisasi pajak kepada siswa agar mereka memahami arti pajak sedini mungkin. Dari pendidikan dasar (SD), para siswa tentunya belum mengetahui wajib pajak. Siswa juga belum mengetahui siapa yang wajib pajak, manfaat pajak, dan tujuan pajak sebenarnya. "Setelah ini mereka akan menjadi para wajib pajak yang baik dan sadar akan pentingnya pajak," katanya

Salman menambahkan, anak harus diberikan pengertian wajib pajak dan mereka juga sadar dengan pentingnya bayar pajak. Karena dana pendidikan saja sebesar Rp 400 triliun digunakan. "Banyak yang tidak mengetahui tentang wajib pajak, sehingga pihak sekolah masih harus bekerja sama dengan para wali murid," bebernya.

Salman mengharapkan, ke depannya para siswa MtsN 1 Banyuwangi ini menjadi warga yang wajib pajak yang baik dan para siswa yang sudah mengetahui tentang pajak bisa juga mengembangkan ilmunya kepada orang tuanya. "Agar para masyarakat tahu tentang pajak, agar tidak hanya siswa yang mengetahuinya," tegasnya.

Kasi Paskol KPP Banyuwangi, Nanang Junaidi mengatakan, memperkenalkan pajak kepada anak usia dini tingkat SMP, agar mereka mengetahui tentang apa itu pajak. "Jadi jika tingkat SMP sudah terkait dengan hak wajib pajak," ujarnya.

Nanang menambahkan, dengan cara yang berbeda akan diperkenalkan wajib pajak kepada para siswa, agar mereka tertarik untuk belajar dan mengetahui tentang pajak. "Kita memberikan hiburan yang mana agar membuat para siswa senang mempelajari tentang pajak, tidak terlalu formal tetapi tetap menjurus kepada pengertian wajib pajak," katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, kepala kantor pelayanan pajak (KPP) Banyuwangi, Yunus Darmono mengatakan, Pajak bertutur acara nasional yang diadakan seluruh Indonesia minimal 110 ribu siswa yang harus mengikuti sosialisasi pajak bertutur. "Ini sebagai program pertama untuk mengenalkan pajak kepada anak usia dini," ujarnya.

Yunus menambahkan, karena pentingnya kesadaran pajak kepada masyarakat terutama anak-anak sekolah. Anak-anak sekolah karena sebagai generasi yang akan bisa bertanggung jawab atas membayar pajak. Lembaga pendidikan adalah lembaga yang sangat bagus untuk mencetak generasi bangsa yang harus sadar dengan pajak. "Setiap tingkat sekolah materi yang disampaikan pastinya berbeda-beda, sesuai dengan tingkat sekolahnya," kata Yunus.

Sementara itu, narasumber di SDN Model adalah Sri Andayani sebagai Account Representative Seksi Pengawasan dan Konsultasi 1 KPPP Banyuwangi. Selain itu, ada Mohamad Maolana sebagai Seksi Ekstensifikasi dan Penyuluhan Perpajakan KPPP Banyuwangi.

Maolana mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi Pajak Bertutur di lingkungan sekolah itu mengandung banyak manfaat. ‘’Karena pajak dari kita untuk kita,’’ tuturnya.

Sejumlah 121 siswa yang mengikuti kegiatan di SDN Model tersebut. Materi untuk tingkat SD, menurut Mohamad Maolana, yaitu berbagi dan gotong royong. ‘’Ada kuis berhadiah, kita bagikan kepada anak-anak,’’ paparnya.

Sebab itulah, para pemenang kuis diberi hadiah. Kegembiraan para peraih juara dalam kuis tersebut langsung pecah. ‘’Kita juga berikan door prize khusus bagi peserta yang aktif,’’ pungkasnya. (cw3/ton/bay)

SAMBUTAN : Kepala SMKN 1 Banyuwangi, Sri Hidayati memberikan apresiasi acara ‘’Pajak Bertutur’’.

SAMBUTAN : Kepala SMKN 1 Banyuwangi, Sri Hidayati memberikan apresiasi acara ‘’Pajak Bertutur’’. (Gerda Sukarno/RaBa)

(bw/anf/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia