Jumat, 28 Jul 2017
radarbanyuwangi
Situbondo

Alhamdulillah, Mayat Khalid Asy’ari Akhirnya Ditemukan di Paiton

Senin, 17 Jul 2017 12:35 | editor : Ali Sodiqin

PENYELAMATAN: Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo melakukan evakuasi jenazah Khalid.

PENYELAMATAN: Petugas Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo melakukan evakuasi jenazah Khalid. (HABIBUL ADNAN/JPRS)

MLANDINGAN – Berakhir sudah usaha pencarian mayat Khalid Asy’ari, 45, warga Dusun Semek Timur, RT/01 RW/02, Desa Selomukti, Kecmatan Mlandingan. Pria yang berstatus sebagai guru PNS itu ditemukan, Sabtu sore (15/07) lalu di perairan Grinting, Desa Karang Anyar, Paiton.
Mayat Khalid ditemukan sudah mengambang oleh nelayan setempat. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo, Taufik Hidayat menerangkan, lokasi penemuan jenazah berada tiga mil dari permukaan laut dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari bibir pantai Pesisir TPI Sumberanyar, Paiton.
Dia mengaku, proses evakuasi berjalan sekitar tiga jam. Dia menerangkan, petugas mendapatkan informasi ada penemuan mayat oleh nelayan sekitar pukul 12.00. Mendapatakan kabar tersebut, petugas langsung bergerak ke lokasi dengan peralatan penyelamatan lengkap.
sekitar pukul 15.30, jenazah Khalid berhasil dievakuasi ke bibir pantai Paiton. “Tim sar gabungan langsung mengevakuasi ke RSUD Besuki,” katanya kepada Jawa Pos Radar Situbondo.
Kondisi tubuh korban sulit dikenali. Beruntung, pihak keluarga bisa segera mengenalinya berdasarkan ciri-ciri korban. “Setelah dikenali oleh keluarganya, langsung dibawa ke RSUD Besuki,” katanya. 
Taufik mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses pencarian selama ini. Dia menerangkan, pencarian membuahkan hasil berkat kerja sama semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Seperti Basarnas, Tagana Dinas Sosial, aparat kepolisian Polres Situbondo, maupun jajaran Kodim 0823 Situbondo. “Terutama peran serta masyarakat yang telah membantu memberikan informasi,” ucap Taufik.
Khalid Asy'ari dan dan putranya, Muhammad Farhan dinyatakan hilang, Selasa (11/07) lalu. Dia berangkat memancing dari rumahnya pada Hari Senin (10/07) dengan menggunakan perahu pakisan atau perahu pancingan di sekitar perairan Desa Selomukti untuk mengisi liburan sekolah. Farhan ditemukan lebih dahulu di perairan Sampang, Kamis (13/07) lalu. (bib)




(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia