Rabu, 26 Jul 2017
radarbanyuwangi
Ekonomi Bisnis

Panen Tebu Tidak Tepengaruh Cuaca

Senin, 17 Jul 2017 05:05 | editor : Ali Sodiqin

BORONGAN: Pekerja menebang tebu jenis BL di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Unit Pasewaran, Desa Bangsring, Wongsorejo.

BORONGAN: Pekerja menebang tebu jenis BL di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Unit Pasewaran, Desa Bangsring, Wongsorejo. (KRIDA HERBAYU/RABA)

WONGSOREJO – PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XII Unit Pasewaran panen tebu seluas 15 hektare siang kemarin. Panen tebu musim ini cukup memuaskan karena hampir semua lahan tebu tidak ada yang roboh akibat tiupan angin. Musim pancaroba tidak mempengaruhi hasil panen tebu di lahan milik pemerintah tersebut.
Sebelumnya, di lahan yang terletak di Afdeling Kampe, Desa Bangsring, Wongsorejo  itu ditanami sorgum. Namun penanaman itu dihentikan karena perusahaan merugi. “Dulu ditanami sorgum, tapi cuma dua tahun. Sekarang ditanami tebu hasilnya lebih maksimal,” ujar Santon, 30, buruh panen tebu.
Buruh panen tebu itu dibayar dengan sistem borongan. Mereka dibayar Rp. 5.500 per kwintal. “Kami bekerja mulai pukul 07.00 sampai mahgrib. Iya lumayan satu hari bisa sampai 7 ton,” ungkap Santon.
Tebu yang ditanam di area lahan PTPN XII tersebut berjenis BL (Bulu Lawang). Varietas jenis tebu itu merupakan jenis tebu unggulan dan sangat cocok ditanam di daerah kering seperti Wongsorejo. “Biasanya kami memanen tebu setiap delapan bulan sekali, cuaca tidak mempengaruhi panen tetap sama seperti panen tahun lalu,” timpal Ramuji, 40, buruh panen tebu lainnya.
Tanaman tebu hanya perlu disiram pupuk cair agar dapat tumbuh normal dan tidak diserang oleh jamur. Tebu juga tidak perlu banyak air untuk tumbuh. “Satu bak truk biasanya berisi 7 sampai 8 ton tebu. Hasil panen langsung dikirim ke pabrik gula  di Glenmore,” jelas Ramuji.
Pabrik Gula Glenmore menjadi pabrik gula terbesar di Indonesia dengan investasi Rp 1,6 triliun dan menghasilkan gula 54 ribu ton per tahun. Maka dari itu pemenuhan pasokan bahan baku tebu yang berasal dari Banyuwangi perlu ditingkatkan lagi. (cw2/aif)

(bw/aif/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia