Jumat, 28 Jul 2017
radarbanyuwangi
Politik & Pemerintahan

Agung Mulyono Larang Ada Perpeloncoan di Sekolah

Minggu, 16 Jul 2017 15:50 | editor : Ali Sodiqin

KUNKER: Dokter Agung (kanan) berdialog dengan guru SMKN 1 Glagah, Sabtu (15/7).

KUNKER: Dokter Agung (kanan) berdialog dengan guru SMKN 1 Glagah, Sabtu (15/7).

BANYUWANGI-Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono berkunjung ke SMKN 1 Glagah, kemarin (15/7). Kedatangan anggota Fraksi Partai Demokrat itu disambut sekitar 750 siswa. Politisi asal Banyuwangi itu sempat memberikan pengarahan di hadapan ratusan siswa.

Dalam pidato arahannya, Agung berpesan agar siswa SMKN 1 Glagah rajin belajar, sehingga menghasilkan kreativitas dan prestasi. “Jika belajar dengan baik, maka akan sukses di masa depan,” pesannya.

Agung sempat membocorkan tips belajar saat masih sekolah hingga sukses menjadi dokter. Menurutnya, belajar selama tiga jam dalam sehari sudah dinilai cukup. “Rutin setiap hari belajar pada saat subuh satu jam dan malam hari dua jam, saya yakin semua pekerjaan siswa SMA/SMK bisa selesai,” ungkapnya kepada ratusan siswa SMKN 1 Glagah.

Kepada Dewan Guru SMKN 1 Glagah, Agung berpesan agar bisa menciptakan minimal tiga unggulan bagi sekolah. Tak hanya di bidang akademis. Tetapi juga di bidang olahraga dan seni. “Bahkan bidang agama juga bisa dijadikan unggulan hingga berprestasi,” katanya.

Untuk mendukung sekolah berprestasi tersebut, beber Agung, Pemprov Jawa Timur telah menganggarkan dana Rp 15 miliar bagi SMA/SMK. “Harapannya, dana tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Kunjungan Dokter Agung ke SMKN 1 Glagah itu dirangkai dengan acara halal bihalal bersama siswa dan guru. Anggota dewan provinsi itu didampingi Kasi Kurikulum Bidang SMK Provinsi Jawa Timur, Heri Triyono. Selain itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi, Sutenang Effendi dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Istu Handono, juga turut mendampingi. “Kunjungan kerja saya ini juga dalam rangka meninjau pra masa peralihan lingkungan sekolah agar jangan ada perploncoan dalam program yang dibuat oleh guru maupun sekolah,” pungkas Agung.(*)       

(bw/*/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia