Jumat, 28 Jul 2017
radarbanyuwangi
Edukasi

Diklat Calon Kasek Diperketat, Tujuh Hari Dilarang Hubungi Keluarga

Kamis, 13 Jul 2017 02:10 | editor : Ali Sodiqin

DIKLAT: Para calon kepala sekolah menyimak pembekalan Master Training LPPKS, Asep Sunandar di Balai Diklat, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Selasa (11/7).

DIKLAT: Para calon kepala sekolah menyimak pembekalan Master Training LPPKS, Asep Sunandar di Balai Diklat, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Selasa (11/7). (BAGUS RIO/RABA)

LICIN – Puluhan guru mengikuti pembekalan sebagai calon kepala sekolah (Kasek) di Balai Diklat, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Selasa (11/7). Mereka menjalani ‘’karantina’’ dan konsentrasi menjalani pendidikan selama tujuh hari tanpa gangguan telepon seluler (ponsel).
Master Training Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) Indonesia, Asep Sunandar, mengatakan, ada tujuh tahap pelatihan yang diberikan kepada para calon kasek tersebut. Pelatihan tahap pertama dilakukan di Gedung Diklat PNS di Kecamatan Licin selama tujuh hari. Peserta diklat calon kasek tidak diperbolehkan mengaktifkan ponsel. Mereka juga dilarang membawa ponsel selama pelatihan berlangsung. “Peraturan itu dibuat karena untuk membuat para calon lebih konsentrasi pada pelatihan,” tegas Asep.
Rupanya, sebagian peserta diklat calon kasek mengaku kurang nyaman. Ada yang menganggap peraturan tersebut mengekang para peserta. Seperti yang dikatakan, Eli, salah satu peserta diklat calon kepala SD. Dia mengaku menolak peraturan yang tidak membebaskan peserta untuk menghubungi dan bertemu keluarga selama pelatihan. “Saya akan membayar semua denda yang akan saya lakukan. Karena pasti ada salah satu keluarga saya yang ingin melihat kondisi saya di sini,” ujarnya.
Sebagian dari 40 peserta diklat cakasek tersebut, ternyata sudah menjabat sebagai kasek di beberapa sekolah di Kabupaten Banyuwangi. Mereka tetap wajib mengikuti pelatihan tersebut untuk mendapatkan sertifikat kasek.
Kabid Diklat pada Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Banyuwangi, Dwi Handayani mengatakan, diklat calon kasek ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, keahlian, keterampilan, dan sikap pegawai. Sehingga, kata Dwi, mereka Nantinya dapat melaksanakan tugas sesuai jabatan. “Sekolah itu biasanya yang dilihat adalah kaseknya. Kalau kasek yang bagus, tentu akan menciptakan sekolah yang bagus,” ujarnya.
Dwi menambahkan, dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 28 tahun 2010, disebutkan tentang penugasan guru sebagai kasek atau kepala madrasah. “Kami mengadakan pelatihan ini sesuai dengan aturan yang diberlakukan. Pada tahun 2017 ini, kami hanya menggelar satu kali Diklat untuk calon kepala SD,” tegasnya. (cw3/bay)

(bw/rbs/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia