Jumat, 28 Jul 2017
radarbanyuwangi
Edukasi

Mengejutkan, SMA Negeri di Banyuwangi Ternyata Kekurangan Siswa

Rabu, 12 Jul 2017 13:30 | editor : Ali Sodiqin

Kacab Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi, Istu Handono

Kacab Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi, Istu Handono

BANYUWANGI – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA dan SMK negeri jalur Pemenuhan Pagu sangat “miskin” peminat. Akibatnya, empat SMA negeri dan beberapa jurusan di sejumlah SMK negeri di Banyuwangi terancam kekurangan siswa.
Tidak tanggung-tanggung, jumlah bangku SMA negeri yang terancam tidak terisi mencapai 74 unit. Rinciannya, SMAN 1 Bangorejo kekurangan 20 siswa, SMAN 1 Pesanggaran minus 1 siswa, dan bangku yang terancam kosong di SMAN 1 Muncar dan SMAN Wongsorejo masing-masing sebanyak 13 dan 40 unit.
Penelusuran wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, hingga pukul 16.00 kemarin pendaftar di SMAN 1 Bangorejo “hanya” sebanyak enam orang. Angka itu naik tipis dibandingkan jumlah pendaftar di hari pertama PPDB Pemenuhan Pagu pada Senin (10/7), yakni sebanyak 2 orang. Padahal, pagu yang tersedia di SMA negeri yang berlokasi di Kecamatan Bangorejo itu mencapai 26 siswa.
Hal serupa juga terjadi di SMAN 1 Pesanggaran. Hingga pukul 16.00 hari kedua alias hari terakhir PPDB Pemenuhan pagu kemarin, jumlah pendaftar di SMA ini cuma empat orang. Rinciannya, satu orang memilih SMAN 1 Pesanggaran sebagai pilihan pertama dan tiga orang memilih SMA tersebut sebagai pilihan kedua. Dibanding hari pertama pada Senin lalu, jumlah pendaftar di SMAN 1 Pesanggaran hanya bertambah dua orang.
Tren yang lebih memprihatinkan terjadi di SMAN 1 Muncar dan SMAN Wongsorejo. Sejak Senin pukul 16.00 hingga pukul 16.00 kemarin, jumlah pendaftar di dua SMA negeri itu stagnan, masing-masing sebanyak 12 orang dan enam orang. Sedangkan pagu yang tersedia di SMAN 1 Muncar sebanyak 25 orang dan SMAN Wongsorejo sebanyak 46 orang. (selengkapnya lihat grafis)
Jika tren itu berlanjut, empat SMA negeri tersebut kekurangan siswa baru. Sebab, PPDB jalur Pemenuhan Pagu telah ditutup pukul 23.59 tadi malam. Batas akhir pendaftaran PPDB Pemenuhan pagu itu sesuai dengan yang tertera di situs resmi ppdbjatim.net.
Hingga berita ini ditulis pukul 15.00 kemarin, belum ada kejelasan “nasib” sekolah-sekolah yang terancam kekurangan pagu tersebut. Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim Wilayah Banyuwangi, Istu Handono, belum bisa dikonfirmasi. Dua kali panggilan telepon yang dilayangkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi gagal tersambung lantaran dua nomor HP milik Istu yang dihubungi wartawan tidak aktif.
Diberitakan sebelumnya, peluang untuk diterima di SMA atau SMK negeri di Banyuwangi masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa lulusan SMP/sederajat di Banyuwangi. Setidaknya itu tergambar dari masih minimlnya jumlah pendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur pemenuhan pagu alias jalur online session II yang dibuka sejak kemarin (10/7).
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, jumlah pagu yang tersedia pada PPDB Pemenuhan pagu kali ini mencapai 585 siswa. Rinciannya, pagu SMA sebanyak 102 siswa, sedangkan pagu SMK mencapai 483 siswa.
Meski jumlah kursi kosong yang tersedia mencapai 585 unit, jumlah calon siswa yang mendaftar PPDB online session II kali ini cenderung minim. Hingga pukul 16.00 Senin (10/7), total pendaftar hanya 204 orang atau 34,87 persen. Rinciannya, pendaftar SMA sebanyak 21 orang, sedangkan pendaftar SMK sebanyak 183 orang.
Kacab Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi, Istu Handono, mengatakan PPDB online sesi II dibuka khusus untuk SMA dan SMK yang pagunya belum terpenuhi. “Di Banyuwangi ada empat SMA yang pagunya belum terpenuhi pada PPDB online yang pertama. Sedangkan untuk kategori SMK, kecuali SMKN 1 Banyuwangi, semua SMK negeri lain pagunya belum terpenuhi,” ujarnya kemarin.
Istu menambahkan, PPDB online session II akan dibuka hingga pukul 23.59 malam ini. “Bagi lulusan SMP/sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan di SMA atau SMK negeri dan belum diterima pada PPDB online lalu, silakan memanfaatkan PPDB pemenuhan pagu,” pungkasnya. (sgt/aif)

(bw/sgt/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia