Senin, 24 Jul 2017
radarbanyuwangi
Features

Lukisan 3D Art di Desa Kedunglo yang Menarik Perhatian Ratusan Orang Datang Hanya untuk Berselfie

Rabu, 12 Jul 2017 06:30 | editor : Ali Sodiqin

SEPERTI MENANTANG: Salah satu warga berfoto di depan lukisan berbentuk kepala hewan buas

SEPERTI MENANTANG: Salah satu warga berfoto di depan lukisan berbentuk kepala hewan buas (HABIBUL ADNAN/JPRS)

Di sebuah perbukitan di Desa Kedunglo, Kecamatan Asembagus terdapat sebuah lukisan yang belakangan menarik perhatian orang banyak. Buktinya, sudah banyak orang yang berkunjung ke tempat itu

HABIBUL ADNAN, Asembagus

Sekitar dua bulan yang lalu, tempat itu tidak begitu ramai. Yang datang paling hanya warga yang hendak mengambil air karena di perbukitan itulah ditempatkan tandon air.
Kini, di tempat tersebut selalu ramai pengunjung. Apalagi setelah lebaran beberapa waktu lalu. Dalam sehari, diperkirakan sekitar ratusan orang yang datang. Itupan hanya untuk berfoto-foto.
Tetapi bukan view perbukitan yang menjadi latar selfie mereka. Melainkan salah satu bagian tembok pada tandon air. Kok bisa? Iya, karena pada tembok itu ada lukisan kepala mahluk buasa yang siap menerkam. Bentuknya cukup menarik karena lukisan itu seolah-olah timbul.
Lukisan seperti itu biasa disebut 3D Art. Andriyanto, selaku pelukis mengaku, di Kabupaten Situbondo sangat jarang ditemukan. Bahkan, di daerah-daerah pedesaan, baru ada di Desa Kedunglo. “Kalau di kota ada, itupun saya lihat diperhotelan,” katanya.
Sarjana seni rupa itu mengaku, pengerjaannya tidak butuh waktu terlalu lama. Diperkirakan dua minggu sudah selesai. “Saya garap sebelum puasa. Dan pada awal puasa sudah selesai,” kata pria 25 tahun itu.
Dia mengaku, ide melukis di tembok tandon air muncul sekitar satu tahun yang lalu. Setelah itu, Andriyanti mencoba menyampaikan kepada kepala desa setempat. “Enam bulan kemudian, usulan saya disetujui dan difasilitasi,” ujarnya.
Dia menerangkan, inisiatif  tersebut muncul karena melihat potensi wisata yang sangat bagus. Sebab, di sekitarnya terdapat perbukitan yang layak menjadi tempat kunjungan wisata. “Saya pikir, tembok tandon ini sangat pas,” katanya.
Dia berangan-angan, perbukitan tersebut suatu saat menjadi lokasi wisata alam yang dipenuhi pengunjung. Oleh sebab itulah, Andriyanto meminta kepada pemerintah untuk menambah fasilitas. Seperti outbond, flying fox, paint ball, climbing, dan kereta gantung.
Dia meminta kepada pemerintah untuk berpikir agar dikelola sebagai tempat wisata baru di Situbondo. Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar karena sudah ada view alam yang tinggal mendapatkan sentuhan sedikit saja. “Kalau dikelola akan sangat berguna bagi masyarakat, terutama dalam memberdayakan perekonomian,” katanya.
Murni,16, salah satu pengunjung menilai, lukisan tersebut sangat menarik. Warga Desa/Kecamatan Jangkar itu mengaku sudah lama penasaran dengan lukisan yang ada di sebuah perbukitan di Desa Kedunglo. “Makanya saya rela berpanas-panasan demi berselfi. Saya bersama adik saya,” katanya.
Dia mengaku, di wilayah timur Kabupaten Situbondo, sudah banyak masyarakat yang tahu keberadaan lukisan tersebut. Dia juga setuju jika dijadikan sebagai tempat wisata baru di Situbondo.

 

(bw/bib/als/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia