Kamis, 17 Aug 2017
radarbali
Dwipa

Woow…PLN Kembangkan Sampah di Gunaksa Jadi Briket

Minggu, 13 Aug 2017 20:15 | editor : ali mustofa

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

RadarBali.com - PT PLN Persero bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Teknologi PLN berencana menjadikan Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, sebagai proyek percontohan dalam pengolahan sampah menjadi briket.

Yang nantinya briket ini dapat digunakan untuk bahan bakar listrik. Pasalnya untuk di Provinsi Bali, Desa Gunaksa merupakan satu-satunya desa yang terpilih untuk proyek percontohan ini.

“Setelah saya tanya kenapa memilih Kabupaten Klungkung, karena mereka melihat Bupati Klungkung sangat responsif tentang lingkungan dan kebersihan. Kemudian dipilihnya Desa Gunaksa, yaitu selain masyarakatnya sangat antusias, dari segi lahan pun siap,” papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana.

Proyek percontohan yang bertujuan memanfaatkan limbah sampah menjadi briket ini direncanakan akan di launching pada bulan November 2017 mendatang.

Proyek ini menargetkan satu ton sampah dapat diolah sebagai briket per harinya. Hal itu sesuai dengan rata-rata sampah yang dihasilkan setiap desa di Klungkung per harinya.

“Nantinya dalam proyek percontohan itu, satu ton sampah akan diolah menjadi briket yang jumlahnya diperkirakan bisa mencapai 400 kilogram briket atau setara dengan listrik 15 ribu watt,” terangnya.

Tidak hanya sampah organik, pasalnya sampah plastik juga bisa diproses menjadi briket. Sehingga dengan adanya proyek ini, selain dapat mengurangi tumpukan sampah di Desa Gunaksa pada khususnya, juga bisa menghasilkan benda yang memiliki nilai ekonomi.

“Semua sampah bisa digunakan untuk briket, bahkan sampah plastik sekalipun. Hanya saja sampah plastik yang bagus biasanya bisa dijual,” imbuhnya.

Terkait sarana dan prasarana dalam merealisasikan proyek ini, diungkapkannya, bahwa Desa Gunaksa hanya menyediakan lahan yang hanya sekitar 2-4 are, serta beberapa tenaga kerja.

Sementara untuk peralatan, tenaga ahli yang akan mendampingi selama satu tahun, serta biaya lainnya, akan ditanggung oleh PT PLN.

“Sementara untuk hasil berupa briket ini nantinya diserahkan sepenuhnya kepada desa. Apakah akan digunakan langsung oleh warga desa untuk kebutuhan memasak atau bisa juga dijual kepada PLN melalui BumDes,” terangnya.

Jika nantinya proyek ini berhasil dilakukan di Desa Gunaksa. Tentu bupati akan sangat mendukung.

“Karenakan masing-masing desa memiliki ADD (alokasi dana desa). Walaupun nantinya desa-desa lain tidak bisa membuat pembangkitnya, setidaknya mereka bisa membuat briket yang bisa dijual ke PLN. Karena bangunan yang dibutuhkan cukup sederhana,” tandasnya.

(rb/ayu/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia