Kamis, 17 Aug 2017
radarbali
Travelling
Wisata Air Terjun Cinta Wanagiri

Penuh Spot Romantis nan Fotogenik

Sabtu, 12 Aug 2017 20:00 | editor : ali mustofa

EKSOTIS: Spot jantung Wisata Air Terjun Cinta Wanagiri dimana dua air terjun bertemu. Spot ini merupakan salah satu spot romantis yang ada di objek wisata tersebut.

EKSOTIS: Spot jantung Wisata Air Terjun Cinta Wanagiri dimana dua air terjun bertemu. Spot ini merupakan salah satu spot romantis yang ada di objek wisata tersebut. (Gede Tresna for Zetizen Radar Bali)

RadarBali.com – Sebuah mata air terjun di pelosok hutan yang penuh pohon kopi Arabika dan pepohonan yang lebat.

Siapa sangka, seorang inisiator dengan latar belakang photography bisa menyulap lahan tersebut menjadi sebuah objek wisata alam yang booming di kalangan anak muda saat ini.

Yeap, objek wisata Air Terjun Cinta Wanagiri yang berlokasi di Dusun Asah Panji, Desa Wanagiri, Buleleng, Bali ini dikembangkan oleh I Ketut Ardika Yasa.

“Objek wisata ini dirilis pada bulan Maret 2017. Menyediakan berbagai ragam spot foto alam dengan nuansa penuh cinta di akhir perjalanan menuju dua sumber air terjun yang berjauhan dalam satu tempat. Dua air terjun ini ibaratkan pria dan wanita yang kami pertemukan dalam wahana bentuk jantung,” tuturnya.

Air terjun cinta memiliki beberapa spot, diantaranya sarang burung, rumah pohon cinta, gubuk derita, ayunan kupu-kupu, spot jantung yang berisi 2 air terjun, dan beberapa spot lain untuk anak-anak.

Menurut Gede Tresna selaku penjaga dan fotografer objek wisata, saat ini objek wisata air terjun cinta telah dikenal di berbagai wilayah Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, hingga NTT.

Tidak ketinggalan juga wisatwan mancanegara seperti Prancis, Amerika, Cina, hingga India. “Banyak perkembangan yang saya rasakan. Yaitu harumnya nama desa yang makin dikenal wisatawan domestik hingga mancanegara, serta terciptanya lapangan kerja bagi generasi muda saat ini,” ungkapnya.

Dia menuturkan bahwa desanya dahulu hanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah. Namun berkat adanya berbagai objek wisata yang hits ini, desa tersebut menjadi wisata yang banyak dikunjungi orang.

“Semoga objek wisata ini terus diminati pengunjung, terus menggali jiwa kreativitas bagi anak muda untuk menciptakan ide-ide baru dengan tetap memanfaatkan sampah alam menjadi hasil karya seni. Sehingga objek wisata ini dibuat dari alam dan akan kembali ke alam pula,” imbuh Gede Tresna.

Wih, keren ya kreativitas anak muda Bali. Nah, mau tau komentar pengunjung yang jalan-jalan ke sana? Simak ya! 

(rb/fid/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia