Jumat, 28 Jul 2017
radarbali
Radar Jemberana

Pabrik Es Pemkab Jembrana Dibiarkan Mangkrak Bertahun-tahun

Senin, 17 Jul 2017 15:00 | editor : ali mustofa

MANGKRAK: Bangunan yang rencananya untuk pabrik es dan cool storage di Desa Pengambengan dibiarkan mangkrak bertahun-tahun

MANGKRAK: Bangunan yang rencananya untuk pabrik es dan cool storage di Desa Pengambengan dibiarkan mangkrak bertahun-tahun (M.Basir/Radar Bali)

RadarBali.com – Sejumlah aset milik Pemkab Jembrana di Desa Pengambengan  mangkrak. Aset bernilai ratusan juta rupiah tersebut di antaranya pabrik es dan cool storage yang berada di sekitar Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.

Aset yang dibangun sejak 10 tahun lalu itu bertahun-tahun dibiarkan mangkrak. Ada empat bangunan untuk pabrik es dan cool storage yang ada di sebelah timur galangan kapal.

Namun, tidak ada satupun bangunan yang digunakan sesuai perencanaan, sehingga bangunan terlihat sudah banyak yang rusak dan dipenuhi tanaman liar.

“Kalau yang sebelah barat dulu sempat dipakai, tapi kalau sebelah timur ini belum pernah dipakai,” kata Salik, nelayan Pengambengan.

Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa membenarkan bahwa bangunan yang dibangun sekitar tahun 2007 itu sudah lama tidak digunakan.

Menurutnya, rencana awal memang akan digunakan untuk pabrik es dan cool storage. Salah satu gedung cool storage, sempat beroperasi karena disewa pihak ketiga dan pabrik es juga beroperasi sekitar dua kali.

”Sudah lama memang tidak beroperasi lagi,” jelasnya. Padahal, jika pabrik es itu beroperasi, nelayan tidak perlu lagi membeli es di luar dan cool storage bisa dimanfaatkan untuk menyimpan ikan hasil tangkapan nelayan.

Bangunan untuk pabrik es dan cool storage tersebut sempat ditawarkan pada kelompok nelayan untuk dikelola, tetapi tidak ada yang mau mengelola karena biaya operasional yang sangat mahal.

Akhirnya, sampai saat ini bangunan dibiarkan begitu saja, hingga sebagian besar rusak dimakan usia.”Kelompok nelayan tidak ada yang mau mengelola, biayanya mahal,” pungkansya.

(rb/bas/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia