JawaPos Radar

Dilanda Sakit Flue Berat

Cuaca Dingin Bandung Bikin Mager Anak Kekinian

07/07/2018, 11:23 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Cuaca Dingin Bandung Bikin Mager Anak Kekinian
Cuaca dingin di kota Bandung, Jawa Barat. (Siti Fatonah/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Masyarakat Bandung, Jawa Barat beberapa hari ini merasakan cuaca dingin yang tak seperti biasanya. Hal ini pun berdampak kesehatan hingga kebiasaan yang berubah.

Dampak paling terlihat di masyarakat yakni tidak sedikit warga Bandung terkena flue dan pilek karena cuaca yang terasa dingin. Walaupun pada siang hari matahari terik dan tanpa tertutup awan, udara tetap dingin.

Mahasiswa Bandung, Septi Anisa, merasakan udara di malam hari lebih dingin sehingga jaket tidak pernah lepas, walaupun dalam posisi tidur. Bahkan dirinya pun terkena flu.

"Dingin banget, sampai ke tulang apalagi malem ke pagi. Saya pun sampai meler (pilek) udah beberapa hari belum juga sembuh," kata Septi di Bandung, Sabtu (7/7).

Bahkan, untuk masuk ke kamar mandi dan mandi pun harus dengan niat yang kuat. Karena, bukan hanya udara dan air saja yang dingin melainkan lantai kamar mandi pun sangat dingin.

Hal senada juga diungkapkan Qori Hasnan, cuaca dingin di hari ini di rumahnya mencapai 15 derajat. "Kalau di Hp tercatat 15 derajat celsius. Ini dingin banget, bahkan saya sempat malas keluar kamar," ujarnya.

Dalam menjaga kestabilan tubuh, masyarakat memiliki cara yang berbeda-beda. Yakni dengan mengonsumsi air putih dengan cukup, makan teratur, juga olahraga ringan.

Untuk diketahui, Badan Meteorologi Klimatilogi dan Geofisika Kota Bandung merilis perkiraan cuaca hari ini, Sabtu (7/7) Bandung diperkirakan berada pada suhu udara 16,4 hingga 28,6 derajat celsius. Perihal cuaca dingin ini merupakan kondisi yang normal ketika musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Kelas 1 Bandung, Jadi Hendarmin menjelaskan dari data yang ada selama musim kemarau tahun-tahun yang lalu menunjukan bahwa suhu terendah terjadi disaat Australia mengalami musim dingin. Hal ini berlangsung akibat massa udara dingin di wilayah Selatan bergerak ke Utara (angin timuran) dan melewati wilayah Jawa (equator).

"Sehingga berdampak suhu terasa sangat dingin atau rendah. Umumnya terasa dingin pada malam hari dan pada siang terasa sangat panas akibat matahari bersinar terik tanpa tutupan awan," jelasnya.

Untuk diketahui, udara dingin akan berlangsung selama wilayah Jawa mengalami musim kemarau. Yakni diperkirakan antara Juni hingga September mendatang.

(ona/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up