Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali United

Coach Widodo: Butuh Amunisi Baru di Sektor Penyerang

2017-06-19 12:00:00

Coach Widodo: Butuh Amunisi Baru di Sektor Penyerang

BUTUH PELAPIS: Van Valden dan Sylvano Comvalius berlatih malam beberapa hari lalu. (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

RadarBali.com – Coach Bali United Widodo Cahyono Putro mempertimbangkan untuk menambah pemain anyar pasca menelan kekalahan dari tuan rumah Arema FC.

Yang paling ingin diincar Widodo adalah dari lini penyerang. Menurut Coach Widodo, masih ada hal yang kurang dari penyerang yang ada.

Tetapi, Widodo tidak menyalahkan atau mengkritik anak asuhnya. Dia ingin Bali United memiliki goal getter yang pantang menyerah dan mau bekerja keras.

Bagaimana dengan Sylvano? Dia menilai jika tipe Sylvano Comvalius adalah murni finisher. Apalagi penyerang sayap Bali United saat ini sudah cukup bagus.

“Kalau dia ke sana-ke sini, itu yang tidak ada. Dia tipenya finisher,” ujarnya. “Yang dibutuhkan Bali United saat ini adalah pemain yang keras.

Kalau tidak, tidak akan bisa apa-apa. Penyerang itu harus memiliki tipikal seorang petarung. Pertahanan lawan sudah rapat, penyerang sudah tidak bisa apa-apa,” ucapnya.

Dia pun mencontohkan bagaimana penyerang seperti Christain Gonzales di Arema FC dan penyerang Persela Lamongan, Ivan Carlos.

Menurut mantan pelatih Sriwijaya FC dan Persela Lamongan ini, tipikal penyerang yang Spartan bisa memberikan kesempatan pemain lain untuk bergerak.

“Penyerang kuat bisa menjadi tembok juga bagi rekan-rekannya,” ungkapnya. Disinggung mengenai evaluasi pemain seperti pendepakan atau sebagainya, dia masih enggan untuk berkomentar lebih lanjut.

Dia beranggapan, masih ada beberapa pertandingan yang harus dijalani Widodo sebelum jeda paruh musim Liga 1

Widodo mengatakan, banyak melakukan tekanan, tetapi Irfan Bachdim dkk gagal mengonversi peluang menjadi gol.

Yang cukup menyita perhatian adalah saat Marcos Flores mendapatkan umpan matang dari Yabes Roni di babak pertama.

90 persen bisa berbuah gol melalui skema serangan ini. Namun tendangan Flores justru hanya tipis di gawang Kurnia Meiga.

“Melawan Persib mungkin kami bisa lebih terorganisir daripada saat melawan Arema. Tetapi beberapa peluang masih belum berbuah gol,” ujarnya.

Terlepas dari hal itu, Widodo melihat dua penyerang sayapnya Irfan Bachdim dan Yabes Roni Malaifani sedikit menurun performanya saat melawan Singo Edan – julukan dari Arema FC.

“Kalau saya perhatikan, begitu bola ada di tengah, penyerang sayap justru tidak ada. Andhika yang menjadi bek sayap akhirnya menunggu bola itu ke mana akan dibawa. Mungkin juga masih ada rasa takut untuk ditebas pemain lawan,” bebernya.

Target man Bali United Sylvano Comvalius juga diganti di babak kedua dan digantikan oleh I Made Adi Wirahadi.

 Irfan yang berpindah menjadi target man selanjutnya sukses mengacaukan konsentrasi pemain belakang Arema FC. Ini juga menjadi bagian strategi di babak kedua. Tetapi gol juga belum tercipta.

“Yang lain jadinya fokus ke Irfan. Yandi bisa memiliki peluang. Kalau seandainya bisa berbuah gol, lain lagi ceritanya.

Pasti Arema akan bermain bertahan atau kalau seandainya Flores bisa cetak gol lebih dulu, lain lagi ceritanya,” imbuh mantan penyerang Persija Jakarta ini.

 “Jadi setiap pemain itu ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya sudah melihat itu. Tetapi saya tidak bisa membeberkannya bagaimana,” ucapnya.

Disinggung mengenai duet baru Nick Van Der Velden dan Marcos Flores di lini tengah, pelatih 46 tahun ini juga memiliki penilaian tersendiri.

Menurutnya, duet kedua pemain asing ini tidak terlalu jelek penampilannya. Tetapi memang masih ada kekurangan yang dimiliki keduanya.

 “Kehabisan stamina mereka. Jadi untuk lari kesana kesini juga sudah tidak bisa di babak kedua. Apalagi penyerang kami ingin supply bola dan SYlvano tidak mungkin terus berlari kesana kemarin,” terangnya. (lit/mus)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia