Senin, 21 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Pasca Laka Maut, Jalur Hutan Cekik Jadi Prioritas

2017-06-19 10:00:00

Pasca Laka Maut, Jalur Hutan Cekik Jadi Prioritas

EVAKUASI: Petugas dan warga mengevakuasi tubuh korban yang terjepit body mobil travel (Istimewa)

RadarBali.com - Pada H-8 Hari Raya Idul Fitri, delapan orang pemudik tewas di Jalur Setan Denpasar - Gilimanuk.

Kecelakaan maut antara mobil travel Isuzu Elf dan truk tronton ini menjadi salah satu bukti bawah jalur utama mudik ini rawan kecelakaan.

Penyebabnya, selain kontur jalan bergelombang, penerangan jalan di jalur mudik sangat minim.

Dengan kondisi jalan yang rawan kecelakaan tersebut Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengimbau pada pemudik untuk berhati-hati, sehingga tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang fatal.

" Kondisi fisik pemudik juga disiapkan. Karena dari keterangan saksi, sopir mobil elf yang juga tewas ini dalam kondisi sakit

namun dipaksa mengendarai mobil," terang AKBP Priyanto ditemui saat melepas 8 jenazah di RSU Negara, Kemarin (18/6).

Mengantisipasi kecelakaan di jalur mudik, Kapolres yang belum genap satu bulan di bertugas di Jembrana ini memerintahkan anggotanya untuk siap siaga di jalur mudik.

Khususnya jalur rawan, personil akan ditempatkan di jalur yang mendekati jalur awan akan disiagakan mobil dengan lampu rotator yang menyala.

Kapolres memprioritaskan anggotanya siaga di wilayah paling rawan seperti di Hutan Cekik, Gilimanuk yang minim lampu penerangan jalan umum (PJU).

”Memang tidak ada lampu penerangan jalan umum, kanan kiri hutan. Itu nanti kita patroli di sana,” tegasnya.

Selain itu, jalur-jalur marka lurus dan tikungan sepanjang jalur mudik wilayah hukum Polres Jembrana akan disiagakan anggota

yang melakukan pos pengamanan agar melambaikan bendera warna biru sebagai tanda isyarat agar pengemudi mengurangi kecepatan.

Mengenai pamasangan lampu PJU, menurut Kapolres, ada beberapa titik yang dipasang PLN di Gilimanuk energi free

dengan lampu sorot. “Untuk PJU disepanjang jalur mudik, merupakan kewenangan pihak terkait,” pungkasnya. (bas/mus)

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia