Senin, 21 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Isak Tangis Warnai Pelepasan Jenazah Korban Laka Maut

2017-06-19 06:30:00

Isak Tangis Warnai Pelepasan Jenazah Korban Laka Maut

PERAWATAN: Korban luka tabrakan maut di jalur setan mendapat perawatan di Puskesmas Gilimanuk kemarin (Istimewa)

RadarBali.com - Minggu (18/6) pagi kedelapan jenasah korban kecelakaan yang dititp di RSU Negara dicek oleh Dir Lantas Polda Bali Kombes Anak Agung Made Sudana

dan Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo serta sejumlah Perwira Polres Jembrana lainnya.

Setelah dimandikan kemudian dimasukkan ke almari pendingin menunggu keluarga menjemput.

Tidak lama kemudian keluarga korban bersama kepala desa Suci M Nur Salim datang untuk menjemput jenasah korban.

Setibanya di RSU Negara beberapa keluarga korban menangis. Bahkan Suparman kakak kandung Ahmad Aris, histeris ketika melihat jenasah adiknya.

Setelah tenang  Suparman mengatakan adiknya itu menjadi sopir travel sejal tahun 1986. "Kami tidak mendapat firasat apa-apa.

Terakhir kami bertemu malam Jumat lalu. Anaknya meninggal karena demam berdarah dan istrinya Mujayanah juga sakit jantung,” ujarnya.

Sementara itu Kades Nur Salim mengaku mendapat informasi warganya menjadi korban kecelakaan di Gilimanuk lewat grup facebook warga Jember.

Tiga warganya meninggal dan satu orang selamat. "Korban lainya dari desa Kemiri masis satu kecamatan dnegan desa kami,” ujarnya.

Setelah semua urusan selesai sekitar pukul 10.00 semua jenasah dan 2 orang korban luka ringan dipulangkan dengan dilepas oleh Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo.

 Jenasah diberangkatkan dengan empat  unit mobil jenazah milik RSU. “Tiga korban luka berat masih dirawat di RSU Negara,” ujarya

Menurut Kapolres, korban kecelakaan maut itu mendapat santunan Jasa Raharja dengan besar santunan untuk korban meninggal masing-masing Rp 50 juta dan Rp 20 juta untuk korban luka. (nom/mus)

 

 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia