Senin, 21 Aug 2017
radarbali
Bali Dwipa

Jembatan Timbang Truk Rusak, Banyak yang Lolos Pemeriksaan

2017-05-13 14:00:00

Jembatan Timbang Truk Rusak, Banyak yang Lolos Pemeriksaan

TERBENGKALAI: Jembatan timbang Terminal Barang Cargo ini rusak dan tak terurus. Banyak kendaraan truk yang lolos dari pemeriksaan petugas. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com – Jembatan timbang terminal barang milik Pemkot Denpasar rusak sejak lama. Sayangnya, belum ada perbaikan sama sekali. Jembatan timbang itu patah karena menimbang truk berukuran besar.

Rusaknya jembatan timbang tersebut dibenarkan Kepala UPT Terminal Barang Dinas Perhubungan, Nyoman Sukarja.

Menurutnya, jembatan timbang itu jebol dari empat bulan lalu. Penyebabnya karena tidak kuat menahan beban truk yang mencapai 20 ton. Selain itu, dikatakan  jembatan timbang itu dibuat pada lahan yang tidak datar.

“Tanahnya labil, terus truknya besar-besar sehingga jembatan itu patah dan jebol,” ucapnya.

Sampai saat ini tak pernah ada aktivitas menimbang di sana karena kerusakan tersebut. Lebih-lebih, pemerintah Kota Denpasar tak memiliki wewenang lagi untuk melakukan timbangan dan sanksi jika kelebihan muatan. Itu dikarenakan semua sudah wewenang pemerintah pusat.

Sukarja pun mengaku timbangan tersebut sudah ada sebelum dirinya menjadi kepala UPT. Jembatan tersebut dari dulu memang sering rusak dan berapa kali diperbaiki.

Namun, karena rusaknya sangat parah  sehingga dibiarkan mangkrak.

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, I Wayan Mariyana Wandhira menanggap Pemerintah Kota Denpasar tidak tahu mana yang prioritas.

Jembatan timbang adalah hal vital di bidang transportasi. Seharusnya dinas terkait  cepat tanggap dan memberikan anggaran pada perawatan.  

Pemerintah Kota seharusnya jangan saling lempar tanggung jawab, karena pemerintah daerah bersifat linier dengan pemerintah pusat.

“Untuk apa ada pemerintah kota kalau tidak berkoordinasi dengan pusat. Kalau jembatannya rusak, berapa truk yang lolos ke Denpasar,” ujarnya.

Dia pun berharap Pemerintah Kota Denpasar bisa memberi perhatian kepada terminal barang karena itu adalah tempat pergerakan ekonomi di Kota Denpasar dan Bali.

Semestinya pemerintah lebih berinovasi lagi dan membenahi infrastruktur yang ada sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi. (feb/dot) 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia