Senin, 21 Aug 2017
radarbali
Bali Dwipa

Nyolong Duit Bos, Karyawan Cantik Dipolisikan

2017-05-08 18:00:00

Nyolong Duit Bos, Karyawan Cantik Dipolisikan

Ilustrasi (dok jawapos.com)

RadarBali.com -  Status pagar makan tanaman pantas disandang Ni Komang Arina Paraswati, 18, dan Ni Nyoman Tri Astiti Wahyuni, 20.

Keduanya tak bisa mengelak telah menghianati kepercayaan sang bos, Gede Novanda Bela Mahapraya Yuda, 27, setelah aksi mereka terekam kamera CCV.

Sebelum dipasang CCTV keduanya dengan leluasa menguras uang sang bos dari laci toko Zest House Of Kebaya, Jalan Ahmad Yani 390 Denpasar Utara hingga mencapai Rp 5.400.000.

Penasaran ke mana uang hasil penjualan raib, korban yang tercatat sebagai warga Jalan Gunung Batukaru Gang II No.1 Denpasar pun melapor ke Mapolsek Denpasar Barat.

Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aan Saputra, Minggu (7/5) kemarin mengatakan kasus pencurian yang dialami korban Bela terjadi lebih dari lima kali.

Selasa (2/5) sekitar pukul 19.00 uang korban hilang Rp 100 ribu. Sebelumnya, pada Januari 2017 uang korban raib Rp 1,5 juta. (29/3) di TKP yang sama korban kehilangan uang Rp 3,8 juta rupiah.

“Karena korban terlalu sering kehilangan uang di tokonya, CCTV pun dipasang. Akhirnya pelaku terekam dengan jelas beraksi pada Kamis (4/5) dan Tim Opsnal Polsek Denpasar melakukan penyelidikan hingga kedua pelaku ditangkap,” ucap mantan Kanitreskrim Polsek Mengwi tersebut.

“Astiti ditangkap di samping rumah sakit Wangaya dan Komang Arina di Dentim,” sambungnya sembari menyebut Arina yang berstatus karyawan toko cabang TKP hanya mengambil uang Rp 100 ribu rupiah pada Selasa (2/5) lalu.

Berdasarkan keterangan perempuan berparas cantik asal Jalan Letda Reta No. 96 Lingkungan Yang Batu Kauh, Denpasar inilah keterlibatan Ni Nyoman Tri Astiti Wahyuni terkuak.

 “Setelah dilakukan interogasi mendalam terhadap tersangka didapat informasi bahwa teman tersangka yang bekerja di TKP menitipkan kunci toko kepada tersangka,” beber Aan.

Dalam interogasi lebih lanjut pasca ditangkap, Astiti mengaku melakukan pencurian uang hasil penjualan toko sebanyak delapan kali. Aan menyebut Desember 2016 tersangka beraksi sebanyak tiga kali dan mencuri uang masing-masing senilai Rp 600 ribu, Rp 450 ribu, dan Rp 800 ribu. 

Selanjutnya pada 2017 melakukan hal serupa. Secara berurutan mencuri uang sebesar Rp 1,5 juta, Rp 400 ribu, Rp 200 ribu, Rp 250 ribu, dan Rp 3,8 juta rupiah.

“Tersangka mengaku mencuri karena faktor ekonomi. Yang disita dari Astiti berupa baju, celana panjang, dan berbagai alat kecantikan,” pungkas Aan. Soal hukuman, dirinya menyebut Arina hanya di tipiring sementara Astiti diproses lebih lanjut. (ken)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia