Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Longsor Lagi di Buleleng, Pekak Sedarya Jadi Korban

2017-05-02 07:30:00

Longsor Lagi di Buleleng, Pekak Sedarya Jadi Korban

TKP LONGSOR: Material longsor menimpa rumah Ketut Sedarya kemarin sore. (Eka Prasetya/Radar Bali)

RadarBali.com – Musibah longsor kembali terjadi di Kabupaten Buleleng. Kali ini longsor terjadi di wilayah Banjar Dinas Taman, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Senin (1/5) sore kemarin.

Tebing yang longsor mengakibatkan seorang warga, yakni Ketut Sedarya, 70, mengalami luka-luka. Korban pun harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang diderita.

Musibah tersebut terjadi sekitar pukul 17.00, Senin sore kemarin. Bahu Jalan Raya Singaraja-Seririt via Desa Munduk, mendadak tergerus karena hujan yang lebat.

Sejak beberapa hari terakhir, tebing itu juga terus tergerus karena air yang menggenang di jalan raya, mengalir ke tebing tersebut. Sekitar pukul 17.00 sore, tebing setinggi 10 meter dan lebar 6 meter itu mendadak amblas.

Material tanah langsung menerjang rumah yang ditempati Ketut Sedarya. Akibatnya tembok bagian belakang rumah langsung roboh dan menimpa Sedarya yang saat itu berada di dalam rumah.

Sedarya dilaporkan menderita luka parah pada bagian kaki kiri dan pahanya karena tertimpa tembok. Korban langsung dievakuasi ke Singaraja untuk mendapat pertolongan medis di rumah sakit.

Korban dilaporkan tengah menjalani perawatan di RS Parama Sidhi Singaraja. Ketut Adi Sudarmawan, saksi mata sekaligus anak korban menuturkan, sebelum longsor terjadi, tebing yang kini longsor itu sempat digali oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bali. Alasannya tebing itu akan disender untuk proyek pelebaran jalan.

Belum lagi sempat disender, tebing sudah longsor lebih dulu. “Tanahnya sudah retak. Lalu hujan sampai longsor dan kena tembok. Temboknya langsung kena bapak saya yang ada di dalam rumah,” kata Sudarmawan.

Lebih lanjut Sudarmawan menuturkan, sebelum kejadian ayahnya ngotot hendak memindahkan pakaian.

“Sebelumnya sudah diminta biar tidak ke kamar. Tapi, ingin memindahkan baju, akhirnya kejadian,” imbuhnya.

Konon peristiwa longsor kemarin merupakan peristiwa longsor kedua yang terjadi di pekarangan rumah Sudarmawan. Beberapa bulan lalu, longsor juga sempat terjadi namun hanya merusak teras rumah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Made Subur mengatakan, pihaknya masih mengecek lebih jauh insiden longsor itu. Sampai malam kemarin, Subur mengaku belum menerima laporan detail terkait insiden itu.

“Tim kami sedang menyebar. Satu ke rumah sakit mengidentifikasi korban, satu lagi ke lokasi untuk melakukan assessment. Yang jelas korban dalam kondisi selamat, tapi mengalami luka. Sedangkan untuk lokasi, belum bisa kami pastikan. Kami akan koordinasikan juga lebih lanjut dengan provinsi, karena di sana ada proyek pelebaran jalan,” ujar Subur. (eps/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia