Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Hiburan Budaya

Bentara Budaya Bali , Suguhkan Bukan Perempuan Biasa di Kartini Day

2017-04-20 14:00:00

Bentara Budaya Bali , Suguhkan Bukan Perempuan Biasa di Kartini Day

RAMAIKAN BBB: Poster film pendek Harti karya Ridho Nvgroho (Istimewa )

RadarBali.com- Film seputar sosok perempuan dalam berbagai perspektif akan kembali disuguhkan Bentara Budaya Bali (BBB) memperingati Hari Kartini, Jumat, 21 April besok.  Lima buah film, yakni Pasir Berbisik (Indonesia, 2001), Marguerite (Prancis, 2015), Four Minutes (Jerman, 2006), La Ciociara/ Two Women (Italia, 1960), dan Harti (Indonesia, 2016).

Film-film tersebut akan diputar Jumat (21/4) dan Sabtu (22/4) lusa mulai pukul 17.00 di Bentara Budaya Bali di Jalan Profesor Ida Bagus Mantra No. 88A, Ketewel, Sukawati, Gianyar.

Dalam situsnya, BBB menyebutkan, film-film seputar sosok perempuan dalam aneka peran dan perspektif merujuk tajuk “Bukan Perempuan Biasa” berangkat dari sebuah judul sinetron yang kali pertama dilakoni Christine Hakim.

Sang aktris memerankan sosok perempuan ulet dan gigih serta mandiri meski ditinggal suaminya. Bukan Perempuan Biasa (1997) disutradarai Jajang C. Noer dan skenarionya digarap Arifin C. Noer.

Sepanjang sejarah perfilman, tidak jarang kehadiran sosok perempuan hanya dianggap sekadar pemanis visual.

Namun, patut pula dicatat ada sejumlah sutradara justru menjadikan perempuan sebagai sosok sentral dengan karakteristik mendalam serta memiliki ‘ketangguhan’ yang melampaui peran lelaki.

Sutradara sohor dunia, Vittorio de Sica menghadirkan sosok perempuan single-parent yang tangguh bersahaja, melindungi putrinya di tengah kecamuk Perang Dunia Kedua lewat film La Ciociara (Two Women/ Dua Perempuan).

Film tersebut memenangkan penghargaan Aktris Terbaik untuk Sophia Loren pada Academy Award dan Festival Film Cannes 1961 serta 22 penghargaan internasional lainnya. 

Sinema Bentara April ini memaknai perayaan Hari Kartini. Kita bisa menyaksikan penampilan cemerlang Christine Hakim dan Dian Sastrowardoyo lewat film Pasir Berbisik (Indonesia, 2001, Nan Achnas).

Film tersebut meraih penghargaan Best Cinematography Award, Best Sound Award, dan Jury's Special Award For Most Promising Director untuk Festival Film Asia Pacific 2001.

Dian Sastrowardoyo sendiri setelah Ada Apa Dengan Cinta 2, bermain sebagai Kartini dalam film besutan sutradara Hanung Bramantyo akan ditayangkan perdana bulan April tahun ini. 

Selain itu juga akan ditayangkan sejumlah film lintas bangsa peraih berbagai penghargaan nasional dan internasional yang merefleksikan ketangguhan sosok perempuan di tengah kemelut hidup yang serba tidak mudah.

Film-film tersebut mencakup Marguerite (Prancis, 2015, sutradara Xavier Giannoli); Four Minutes (Jerman, 2006, sutradara Chris Kraus); dan La Ciociara (Italia, 1960, sutradara Vittorio De Sica).

Tahun ini, Bentara Budaya memberikan ruang bagi karya-karya baru dari berbagai budaya bangsa, kalangan, serta latar belakang berbeda lewat film pendek arahan sutradara muda Indonesia, Ridho Nvgroho bertajuk Harti (2016).

Film ini mengisahkan sosok petani perempuan yang berupaya menghidupi putrinya seorang diri karena ditinggal sang suami.

Pemutaran film pendek ini bekerjasama dengan UI Film Festival. Program ini juga didukung Sinematek Indonesia, Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar, Pusat Kebudayaan Prancis Alliance Française de Bali, Pusat Kebudayaan Jerman Goethe Institut Indonesien, serta Udayana Science Club. Sebagaimana bulan-bulan sebelumnya, Sinema Bentara kali ini masih diselenggarakan dengan konsep misbar, mengedepankan suasana nonton film bersama yang hangat, guyub, dan akrab. (ken/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia