Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Produk

Disperindag Kota Denpasar Lakukan Pengamatan di Pasar Tradisional

Harga Bahan Pokok Pangan Mulai Stabil

2017-04-18 13:00:00

Disperindag Kota Denpasar Lakukan Pengamatan di Pasar Tradisional

PANTAU HARGA: Staf Ahli Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Lasminingsih (dua dari kanan), saat meninjau pasar Shindu, Sanur, 13 April lalu. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com – Pasca berakhirnya Hari Raya Kuningan, beberapa bahan pokok pangan di beberapa pasar tradisional di Denpasar berangsur mulai stabil. Menurunnya harga bahan pokok ini setelah sebelumnya, mengalami kenaikan mulai sejak hari raya Nyepi hingga Kuningan yang baru selesai pada Minggu (16/4) lalu.

Selanjutnya, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar melakukan pengamatan per Senin (17/4) kemarin.

Kabid Metrologi dan Tertib Niaga Disperindag Kota Denpasar Jarot A. Wahyudi seizin Kadisperindag Kota I Wayan Gatra mengatakan, dari hasil pantauan harga yang dilakukan di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Pula Kerti, Kreneng, Pasar Agung di wilayah Peguyangan ada beberapa barang yang mengalami penurunan.

Gula pasir Impor misalnya, yang sebelumnya berada pada harga Rp 14.000, saat ini menjadi Rp 13.500 per kilogram.

Ia menjelaskan, selain karena faktor berakhirnya hari raya, juga dilatarbelakangi adanya kebijakan MoU dari Kementerian Perdagangan dengan perusahaan ritel seperti Aprindo untuk menjual gula dalam satuan Harga Eceran Tertinggi (HET) seharga Rp 12.500.

“Ini juga mejadi polemik, karena pihak Aprindo yang masih memiliki stok dulunya membeli mahal di harga Rp 14.000. Nah, ini masih dicarikan solusinya agar stok mereka bisa terjual dan tidak merugi,” ujarnya.

Untuk gula sendiri yang dipasok dari Jawa, diharapkan pendistribusiannya bisa menyeluruh di wilayah Bali. sehingga diusulkan untuk pasokan gula impor ini bisa masuk dari beberapa pintu.

“Karena selama ini kan masih wilayah Denpasar saja. Jadi dari Denpasar para distributor memasarkan ke beberapa pedagang di wilayah. Otomatis ada penambahan biaya lagi dan membuat naik harga,” terang Jarot.

Untuk daging babi, yang sebelumnya seharga Rp 51.750 rupiah kini turun Rp 3.750 rupiah menjadi Rp 48 ribu per kg.

 Dia mengungkapkan, untuk peningkatan harga daging babi tidak terlalu signifikan, rata-rata kenaikannya masih normal.

“Entah apa faktornya, apakah karena isu virus meningitis itu, kami masih belum tahu kepastiannya. Tapi untuk tingkat penjualan masih normal,” paparnya.

Sementara terkait daging sapi, untuk daging lokal masih berkisar diharga Rp 98 ribu untuk kualitas bagus. Sebelumnya, di Bali pihak Bulog sempat memiliki stok daging sapi Impor. Hanya saja tidak terlalu diminati.

 “harga daging sapi impor beku itu Rp 80 ribu. Mungkin karena kurang segar, atau faktor kenyamanan yang mempengaruhi. Secara keseluruhan stok masih aman, dan gejolak harga masih belum ada peningkatan yang tinggi,” pungkasnya.(zul/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia