Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Wiihh... Watiningsih Pecahkan Rekor Peserta Tertua UNAS Paket C

2017-04-16 07:00:00

Wiihh... Watiningsih Pecahkan Rekor Peserta Tertua UNAS Paket C

DEMI IJAZAH: Demi ijazah, peserta kejar paket C se-Badung kemarin mengikuti ujian nasional yang digelar Yayasan Widya Sentana, Kuta Utara (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com – Ujian nasional (Unas) kejar paket C (setara SMA) di Kabupaten Badung kembali menghadirkan kejutan. Bila tahun lalu peserta tertua adalah Ni Luh Endriyani, berumur 49 tahun, saat ujian kemarin (15/4), rekor itu pecah.

Peserta atas nama Made Watiningsih, berumur 56 tahun, menjadi peserta tertua ujian yang digelar di Yayasan Widya Sentana, Br Batuculung, Kerobokan Kaja, Kuta Utara.

Watiningsih tidak sendiri. Ada tiga peserta lain yang juga umurnya sudah tidak muda lagi. Mereka adalah Nyoman Sutama, umur 48 tahun, Nyoman Suwendi, 47 tahun dan Wayan Budiawan, 44 tahun.

Meski sudah berumur, Watiningsih, Sutama, Suwendi dan Budiawan terlihat semangat. Mereka enggan kalah dengan peserta ujian lain yang umurnya lebih muda.

“Mereka semua perlu diapresiasi. Meski sudah berumur tapi tetap semangat. Apalagi pelaksanaan ujian bertepatan hari raya Kuningan, mereka tetap hadir. Peserta harus diapresiasi,” papar Kepala Disdikpora Kabupaten Badung, I Ketut Widia Astika, kemarin (15/4).

Seluruh peserta unas paket C se-Badung sebanyak 260 orang. Namun, pada pelaksanaan ujian kemarin absen 35 orang.

Menurut Astika, ketidakhadiran 35 orang bisa dimaklumi karena bertepatan dengan kesibukan hari raya. Pihaknya berusaha ujian susulan seluruh peserta bisa hadir.

Ditambahkan, ujian kejar paket C bakal berlangsung selama empat kali dengan mengambil hari Sabtu dan Minggu.

Menurut Astika, sebagian besar peserta ujian paket C adalah orang yang sudah bekerja. Mereka dituntut memiliki ijazah dan melek huruf.

Untuk ujian di Yayasan Widya Sentana, Br Batuculung, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, peserta usia lanjut berasal dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup.

“Istilahnya long life education (pendidikan seumur hidup). Siapa pun itu, harus dihargai karena sudah berusaha mengejar ilmu,” tukas pejabat asal Kerobokan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kabupaten Badung, Putu Eka Merthawan, mengakui banyak memerintahkan tenaga kontrak ikut kejar paket.

Tujuannya supaya mereka memiliki ijazah. “Minimal walau tukang sapu tapi bisa baca dan tulis,” kata Merthawan.

Sementara itu, meski dilangsungkan bertepatan dengan hari raya Kuningan, pelaksanaan ujian nasional bagi peserta ujian kesetaraan paket C di Buleleng tetap dihadiri para peserta.

Para peserta justru terlihat antusias, karena sebentar lagi mereka akan mengantongi ijazah yang setara dengan pendidikan tingkat SMA.

Total ada tujuh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Unit Pelaksana Teknis Dinas Sanggar Kegiatan Belajar (UPTD SKB) yang menyelenggarakan ujian kesetaraan, Sabtu (15/4) kemarin.

Ujian kesetaraan itu diikuti oleh 350 orang peserta, dari total 376 orang peserta yang terdaftar. Ujian sendiri dilangsungkan PKBM Lestari, PKBM Sari Mertha, PKBM Widya Kumara, PKBM Widya Aksara, PKBM Hasta Krya, PKBM Widya Dharma, PKBM Trisila Widya Karya, dan UPTD SKB Buleleng.

Data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menunjukkan, 26 orang peserta yang tak mengikuti ujian kesetaraan kali ini, menyampaikan alasan yang beragam.

Sebanyak tiga orang menyatakan dalam kondisi sakit, tiga orang mendapat panggilan kerja di luar Kabupaten Buleleng, sembilan orang memilih berhenti, dua orang pindah domisili ke luar Buleleng, tiga orang izin melangsungkan upacara pernikahan, tiga orang izin melahirkan, dua orang pindah tempat tinggal, dan ada pula satu data ganda.

Dari hasil pemantauan sementara, ujian kesetaraan sendiri berjalan dengan lancar. Meski dalam suasana hari raya, namun para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan ujian.

Soal Bahasa Indonesia maupun Geografi yang diujikan pada hari pertama ujian kemarin, dijawab dengan lancar tanpa ada masalah apa pun.

Kabid Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (PAUD-PNF) pada Disdikpora Buleleng, Nengah Pujiani mengungkapkan, ujian nasional bagi ujian kesetaraan, diselenggarakan berbasis kertas dan pensil.

Sebelumnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memang meminta seluruh PKBM melangsungkan ujian nasional berbasis komputer.

“Tapi, karena pesertanya belum siap dan sarana penunjang belum mencukupi, kami ajukan permohonan agar diizinkan melaksanakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil, ternyata diizinkan. Makanya kami selenggarakan dengan kertas dan pensil,” kata Pujiani.

Ujian nasional bagi kesetaraan paket C sendiri akan dilangsungkan selama empat hari. Ujian akan dilanjutkan pada Minggu (16/4) hari ini. Serta dilanjutkan pada Sabtu (22/4) dan Minggu (23/4) pekan depan. (san/eps/mus)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia