Senin, 21 Aug 2017
radarbali
Politik

Megaproyek Bandara Buleleng Dimatangkan, Peletakan Batu Pertama Dilakukan Akhir Agustus

2017-04-13 10:30:00

Megaproyek Bandara Buleleng Dimatangkan, Peletakan Batu Pertama Dilakukan Akhir Agustus

Ilustrasi (dok JPNN)

RadarBali.com – Megaproyek pembuatan bandara internasional di Buleleng terus dimatangkan. Informasi dan data yang didapat koran ini, peletakan batu pertama bandara dilakukan akhir Agustus. Tepatnya tanggal 28 Agustus 2017. Peletakan batu pertama rencananya akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo.

Biaya pembangunan bandara ini diperkirakan mencapai Rp 50 triliun dan akan dikerjakan selama delapan tahun. Progres pembangunan bandara sendiri kabarnya saat ini tinggal menunggu izin penentuan lokasi dari Kementrian Perhubungan.

Dari rekomendasi yang diusulkan dari pemerintah kabupaten dan Provinsi Bali, bandara akan dibangun di Buleleng Timur, persisnya di Kubu Tambahan.

Presdien Direktur  PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU), Dr. Made Mangku, kepada awak media menyatakan, persyaratan lokasi sudah rampung. PT BIBU yang mengandeng investor Airport Kinesis Canada (AKC). Sampai saat ini diklaim belum ditemukan permasalahan.

Dijelaskan, dari perencanaan pembangunan bandara tersebut konsepnya tidak ada perubahan yang signifikan. Bandara dibangun di atas lahan seluas 2.150 hektar. Setengah dari lahan tersebut dibangun di atas laut dengan cara memperpanjang daratan dan sisanya didaratan.

“Bandara ini rencananya akan dibangun dengan dua runway. Panjang runway masing-masing 7 km lebih, sehingga pesawat komersial besar bisa mendarat,” ujar Made Mangku.

Rancangan lain yaitu bandara akan memiliki landasan pacu yang mengapung di laut dengan sistem hidrolik yang disesuaikan dengan pasang surut air laut. Bandara juga didesain dengan teknologi canggih untuk  50 tahun mendatang.

Bandara akan dibangun dengan konsep airport city yang dilengkapi dengan sarana olahraga, pusat perbelanjaan, danau buatan, teater serta fasilitas pendukung lainnya sehingga bandara ini akan menjadi bandara yang canggih dan lengkap. 

Bandara internasional ini juga akan dilengkapi dengan jalur kereta api yang akan berfungsi untuk  mengangkut penumpang dari parkir kendaraan menuju landasan pesawat terbang.

Bandara akan tertata rapi dan semua sarana transportasi memilki jalurnya masing-masing. “Masalah dana tidak perlu khawatir. Dana dari investor itu sudah terkumpul seratus persen. Pemerintah Kanada sendiri yang ikut memback-up dana,” tukasnya. (san/dot) 

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia