Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali Dwipa

Reka Ulang Adegan Perkelahian, Tersangka Bilang Tak Ada Niat Membunuh

2017-04-04 10:00:00

Reka Ulang Adegan Perkelahian, Tersangka Bilang Tak Ada Niat Membunuh

CARI FAKTA: Tersangka Giuliano Lemoine (pakai baju tahanan) saat menjalani rekonstruksi kasus penganiayaan yang berujung maut di depan Paddy’s Pub Kuta, kemarin. (Istimewa)

RadarBali.com – Guna melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP), kasus tersangka bule asal Jerman, Giuliano Lemoine, 21, yang disangkakan dengan pasal 351 KUHP, Reskrim Polsek Kuta, melakukan reka ulang penganiayaan di lokasi kejadian, depan Paddy’s Pub, pada Senin (3/4) sekitar pukul 12.00.

Hasilnya, korban terpaksa dihadiahi satu kali pukulan akibat ngotot ingin berkelahi dengan korban. Proses rekonstruksi berlangsung selama 30 menit.

Dalam rekonstruksi itu, tersangka menjalani 13 adegan inti yang memperlihatkan detik-detik antara korban dan tersangka bersitegang hingga pemukulan.

Proses rekonstruksi itu dimulai dari adegan, dua orang saksi petugas sekuriti, I Gede Tangga Lisa dan Putu Yudi Wartawan melerai gesekan antaran korban Steven Djingga, 49 dan tersangka Giuliano Lemoine yang mulai memanas di dalam diskotek.

Mengetahui hal ini, saksi Putu Yudi Wartawan, mengeluarkan korban dan rekannya agar tidak membuat risih bagi tamu lain. Saksi membawa tersangka dan rekannya untuk menyelesaikan persoalan di depan diskotek yang berujung damai.

Tak terima pelaku dibiarkan masuk ke dalam diskotek dan korban tidak. Korban akhirnya complain kepada petugas keamanan.

Bahkan, korban meminta tersangka untuk keluar dari dalam diskotek itu. Lalu tersangka akhirnya dikeluarkan lagi dari dalam atas permintaan korban, karena merasa tidak adil. Sehingga, tersangka langsung dikeluarkan oleh petugas.

Puncak dalam adegan itu, sesaat sebelum petugas keamanan meninggalkan tersangka dan saksi di depan diskotek, korban Steven Djingga mencoba memukul korban .

Hanya saja, pukulan itu berhasil di tangkis, sehingga tidak berakibat fatal. Melakukan pembelaan, tersangka kemudian melayangkan jeep  tepat di bagian wajah korban hingga terjatuh.  Kepala nya terbentur di trotoar. Darah terus keluar dari hidung dan telinga.

“Pemukulan itu pada adegan ke 8. Korban akhirnya dinyatakan tewas setelah 5 hari rawat di RS Sanglah. Jumlahnya ada 13 adegan, pelaku kooperatif dalam memberikan keterangan sehingga tidak ada adegan yang diubah. Baik dikurangi atau ditambah,” tukas I Wayan Sumara, mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini. (dre/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia