Senin, 21 Aug 2017
radarbali
Features
Menengok Toko Rumah Musik yang Masih Menjual Kaset Pita

Umumnya Lagu Lawas, Kaset Barat Sudah Habis

2017-04-01 07:30:00

Umumnya Lagu Lawas, Kaset Barat Sudah Habis

JADUL:Seorang pengunjung sedang memilih sederet kaset pita yang terdapat di rak Toko Rumah Musik. (Marselus Pampur / Radar Bali)

Era digital saat ini, penikmat musik dan film  sudah bermain dengan kepingan CD, VCD dan DVD. Bahkan tinggal download. Tapi pedagang kaset pita masih ada.

 

MARSELUS PAMPUR, Denpasar

 

Sebuah Rumah Musik yang terletak di jalan Sumatera Nomor 65, Denpasar, dari luar terlihat seperti toko penjual CD, VCD dan DVD umumnya. Namun, ketika masuk ke dalam, ternyata di beberapa rak dan atalase masih memajang sederet kaset pita yang kini sudah usang.

Uniknya di era digital ini, ternyata masih ada penikmat lagu dari jenis kaset pita yang dikenal jadul. Umumnya, lagu-lagu lama dan legendaris, masih menjadi saksi era modern.

Hasil telusuran koran ini, Rumah Musik ini merupakan salah satu toko yang masih menjual kaset pita  di ibu kota Provinsi Bali ini. Yudhi Kristanto, pengelola toko kaset yang dulunya bernama Istana Musik di jalan Hasanudin Denpasar, ini mengaku setiap hari masih ada konsumen yang membeli kaset jenis pita.

Padahal jenis kaset pita ini sudah jarang di dapat lantaran sudah tidak di produksi. Karena itu yang tersedia hanya lagu-lagu Pop Indonesia, rock, dangdut  dan lagu Pop Bali.

Sedang lagu-lagu Barat katanya, sudah tidak tersedia lagi sejak tahun 2010 lalu. Kaset Indonesia yang masih tersedia adalah kaset dari penyanyi dari era 70-an  hingga 90-an.

Mulai dari penyanyi-penyanyi lawas seperti Tantowi Yahya, Dedi Dores, Koes Plus, Mariem Bellina hingga band-band nasional yang muncul di era 80-an hingga 90-an. Seperti Dewa 19, Sheila On 7, Iwan Fals.

Tidak hanya pop lawas, atau tembang kenangan, musik dangdut era 60-an hingga 90-an seperti Roma Irama, Evie Tamala, Mansur S, Elvi Sukaesih,Iis Dahlia hingga dangdut di era 2000-an seperti Inul Daratista juga masih dijual di toko ini.

“Ya untuk musik dangdut dari era 60-an hingga awal 2000-an disini ada. Sedangkan untuk musik pop atau tembang kenangan juga masih ada nyang dari era 70-an hingga era 90-an,”ungkapnya saat ditemui di tokonya, Jumat (30/3) siang.

Dari awal kemunculan kaset jenis pita ini, patokan harga jualnya pun tidak berubah. Masih berkisar di harga 20 ribuan per kasetnya hingga sekarang.

Kendati masih tersedia, Kristanto mengaku jika kaset-kaset ini adalah stok lama, yang suatu saat akan bisa habis dan sudah tidak terjual lagi.

“Ya ini stok lama. Karena dari jakarta sendiri masih sering kirim ke sini. Nanti kalau di sana stoknya sudah habis, berarti di sini juga tidak akan dijual,” katanya.

Sesuai dengan era produksinya, kisaran umur dari para konsumen yang masih mencari kaset pita ini pun berkisar usia 40-an ke atas. Dalam seminggu, tokonya bisa menjual hingga 50 kaset, baik dangdut maupun tembang lawas.

Kristanto mengatakan jika orang-orang yang masih mencari kaset pita biasanya orang-orang yang masih memiliki player atau hanya untuk sekedar bernostalgia dengan lagu-lagu lawas, atau juga untuk sekedar dijadikan barang di koleksi.

“Biasanya sih yang mencari ini adalah mereka yang masih mempunyai alat pemutar seperti tape,” imbuh Kristanto.

Termasuk kaset  Bali menurutnya, masih banyak yang mencari. Setiap hari sebut dia, bisa terjual hingga sepuluh buah kaset pita. Kisaran harga tidak lebih dari 18 ribu rupiah per kaset.

Stok yang tersedia pun masih tergolong banyak di bandingkan dengan kaset nasional. Kaset-kaset Bali yang masih tersedia ini adalah kaset produksi tahun 60-an hingga awal tahun 2000-an.

Jenis kaset yang biasanya dicari seperti musik, gong, tari serta beberapa karya musisi Bali yang muncul di era 90-an hingga tahun 2000. Bahkan, diakui Kristanto, jika album Bali terakhir yang masuk ke toko kasetnya adalah album milik penyanyi Bali yakni Raka Sidan.

Selain Rumah Musik, beberapa toko kaset lainnya juga masih beroperasi. Salah satunya yakni toko kaset Sakura yang terletak di Jalan Ponegoro, Denpasar.

Namun toko yang menjadi salah  satu toko kaset terbesar di Denpasar ini sudah tidak lagi menjual kaset jenis pita. (*/rid)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia