Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Produk

TPID Kota Denpasar Gelar Pasar Murah

2017-03-21 13:40:00

TPID Kota Denpasar Gelar Pasar Murah

STABILKAN HARGA: Sekkot AAN Rai Iswara (tengah) di salah satu stand pasar murah TPID di kantor Lurah Dauh Puri, kemarin. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com – Menjelang hari raya Nyepi yang jatuh pada 28 maret mendatang, biasanya harga bahan pokok cenderung meningkat. Untuk itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar menggelar pasar murah yang dilakukan di sejumlah kecataman Kota Denpasar yang dimulai sejak Senin kemarin (20/3).

Hal ini, diharapkan mampu memberi ruang terhadap daya jangkau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dapur di tengah meroketnya harga sembako.

Pasar murah yang diawali di Kantor Lurah Dauh Puri Pekambingan ini akan digelar hingga Jumat mendatang.  

Sekkot Denpasar AAN Rai Iswara yang juga merupakan Ketua TPID Denpasar mengatakan, bentuk program pasar murah ini sebagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat untuk mendapatkan harga sembako yang lebih murah ketimbang yang ada di pasaran.

Terlebih menjelang Nyepi yang kurang beberapa hari ini, tentunya kebutuhan pokok sangat diperlukan.

“Produk sembako yang dijual ini juga produk berkualitas. Ini komitmen untuk membantu masyarakat di tengah meroketnya harga jelang hari Raya Nyepi,” ucapnya.

Dia merinci beberapa harga kebutuhan pokok yang nilai harganya jauh di bawah rata-rata harga pasaran umum.

Misalnya, harga cabai rawit yang kini tembus di harga Rp 70 ribu per kilogram, namun di pasar murah tersebut, harganya hanya Rp 50 ribu per kilogram. Selanjutnya, beras 5 kilogram hanya dijual Rp 48 ribu, atau di bawah harga pasar umum yang mencapai Rp 56 ribu per lima kilogram-nya.

“Ini juga sebagai upaya menstabilkan harga sembako menjelang Nyepi. Kami berharap, dengan adanya pasar murah ini bisa memberi manfaat kepada masyarakat. Kami akan gelar bergilir selama lima hari ke depan,” ungkapnya.

Salah seorang pembeli Ni Komang Partimi, 46, mengaku cukup terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Tentunya, jelang hari raya Nyepi, kebutuhan dapur yang diperlukan meningkat dari hari biasanya.

Kan biasanya harga sembako mahal. Kalau pasar murah ini di bawah harga pasar. Lumayan membantu di tengah perekonomian yang lagi seret,” akunya. (zul/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia