Minggu, 20 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Tahanan yang Kabur Akhirnya Tertangkap, Keluarga Tidak Tahu Aji Tahanan

2017-03-20 07:00:00

Tahanan yang Kabur Akhirnya Tertangkap, Keluarga Tidak Tahu Aji Tahanan

SEMPAT LOLOS : Tahanan kabur, Aji Wijayanto, diringkus dan ditembak kakinya. (Indra Prasetia/Radar Bali )

RadarBali.com – Tahanan Polsek Ubud, Aji Wijayanto, 22, yang kabur pada 15 Oktober 2016 akhirnya tertangkap.

Unit Buser Sat Reskrim Polres Gianyar meringkus Aji di tempat persembunyiannya di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu malam (18/3).

Saat ditangkap, dua kaki pelaku yang gemar membobol vila dan hotel itu dihadiahi timah panas.

Kapolres Gianyar, AKBP Waluya, menyatakan, saat kabur lima bulan lalu, pelaku Aji ini membobol toilet di ruang tahanan Polsek Ubud.

Selanjutnya, pelaku mencuri motor anggota polisi lalu menuju terminal Ubung. “Motornya katanya digadaikan ke seseorang lalu dia numpang bis ke Gilimanuk,” ujar AKBP Waluya, kemarin (19/3).

Sampai di atas kapal, saat menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang, Banyuwangi, Aji ini mencuri tas yang berisi ponsel.  “Dia menuju rumah neneknya di Boyolali,” terangnya.

Dari Boyolali, Aji ini sempat ke tempat persembunyian lainnya di daerah Jambi.

Kemudian dari Jambi, pelaku Aji kembali ke Boyolali. Selama bolak-balik Jambi-Boyolali ini polisi mengendus keberadaan Aji.

“Kami juga berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di seluruh Indonesia,” terangnya.

Saat ditangkap, diakui, Aji ini sempat melawan petugas dan berusaha kabur. Hingga akhirnya, dua kaki Aji ini harus ditembak dengan timah panas.

Kaki kanannya paling keras terkena tembakan dan harus diperban. Bahkan pernah di kaki kanannya terus mengucurkan darah merah.

Sedangkan, kaki kirinya sudah mulai sembuh karena hanya kena serpihannya peluru saja. Wajah Aji juga bonyok dihajar petugas. “Pelaku ini kami beri tindakan tegas dan pelaku juga berbelit-belit dalam memberi keterangan,” terangnya.

Disinggung mengenai adanya keterlibatam keluarga pelaku, polisi sedang mendalami. “Kami masih selidiki, kalau ada bisa kena juga,” jelasnya.

Polisi juga masih mencari keberadaan motor polisi yang dibawa kabur dan digadaikan orang tidak dikenal. “Motornya masih kami cari,” terangnya.

Yang jelas, dengan ditangkapnya Aji, berkasnya tinggal diserahkan ke Kejari Gianyar.

Karena sebelumnya, saat ditahan di Polsek Ubud, berkas Aji ini sudah tahap II. “Dengan kaburnya ini, tidak ada lagi unsur meringankan,” tandas Kapolres.

Aji mengaku terpaksa kabur karena merasa frustrasi terus berada di dalam ruang tahanan yang pengap. Lalu bagaimana caranya menyeberang?

“Saya bilang kalau saya habis jatuh dan kehilangan. Makanya di dalam bus ada teman yang bantu saya,” tuturnya.

Aji menjelaskan, selama di pelarian berada di rumah neneknya di Boyolali dan juga bekerja di pondok pesantren setempat.

“Saya di sana kerja serabutan. Kalau disuruh kerja saya kerja, kalau disuruh bersih-bersih saya bersih-bersih,” terang Aji yang selama pelarian justru bertambah gemuk itu.

Aji menambahkan, selama berada di rumah neneknya, Aji tidak mengaku dia merupakan tahanan Polsek yang kabur.

“Nenek saya tidak tahu. Keluarga tidak tahu kalau saya ini tahanan,” tukasnya.

Di sisi lain, Kapolsek Ubud, Kompol Nyoman Wirajaya langsung merehab ruang tahanan. Bagian atap ruang tahanan langsung dibeton.

“Kapolsek sudah mengubah ruang tahanan dengan anggaran seadanya. Dan sistem jaga tahanan di sana juga di rumah dan diperketat,” ujar Kapolres Gianyar, AKBP Waluya, kemarin.

Dia menjelaskan, ada dua anggota Polsek Ubud yang telah disidang kode etik. “Sudah ditetapkan bersalah dan anggota itu sudah minta maaf,” terangnya. (dra/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia