Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali United

PSS Sleman 2 vs 1 Bali United, Ada Apa dengan BU?

2017-03-20 06:30:00

PSS Sleman 2 vs 1 Bali United, Ada Apa dengan BU?

SIA-SIA : Sylvano Comvalius menjebol gawang PSS Sleman,Jogja, di Stadion Maguwoharjo, Minggu sore kemarin. Tapi akhirnya Bali United kebobolan dua gol. (Guntur Aga/Radar Jogja)

RadarBali.com - Kalah lagi, kalah lagi. Susunan pemain menterang, pelatih berkelas, dan dari finansial tentu Bali United (BU) juga jauh lebih unggul dari PSS Sleman. Tetapi, kenyataannya berbanding terbalik.

Dalam laga uji coba melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Minggu sore kemarin (19/3),  Bali United justu harus kembali menelan pil pahit setelah skuad asuhan Fredy Mully itu berhasil menggebuk Bali United dengan skor 2-1.

Meski ini adalah laga uji coba, tetapi ini bisa jadi rujukan bagaimana kekuatan Bali United jika melawan tim kontestan Liga 1.

“Super Elja” – julukan PSS Sleman hanya berada di Liga 2 untuk musim ini. Padahal, Bali United sempat unggul 1-0 terlebih dulu lewat gol yang dilesakkan Sylvano Comvalius pada menit ke-18.

Gol perdana Sylvano hasil dari memanfaatkan kesalahan koordinasi dari pemain belakang PSS Sleman.

Bukannya menambah keunggulan, PSS yang berhasil menyamakan keunggulan pada menit ke-50 setelah tendangan kerasnya melesak ke pojok gawang Bali United yang dikawal penjaga gawang pengganti Alfonsius Kelvan.

Setelah menyamakan kedudukan, PSS justru semakin beringas. Di menit ke-57, Dirga Lasut berhasil menceploskan bola dengan tenang ke gawang Serdadu Tridatu.

Sebenarnya, Bali United bermain tidak terlalu buruk pada babak pertama. Yang jadi sorotan khusus tertuju pada penyerang anyar asal Belanda, Sylvano Comvalius yang berhasil mencetak gol perdana.

Bek tengah PSS, Waluyo dan Jodi Kustiawan terlihat tidak bisa mengawal Sylvano yang memang memiliki fisik di atas rata-rata.

Terlihat juga dari duel satu lawan satu antara Waluyo dengan Sylvano. Marcos Flores juga terlihat bermain cukup padu.

Tercatat ada tiga peluang emas yang dimiliki Sylvano melalui umpan langsung dari Flores.

Tugas Fadil-Flores cukup padu. Cukup apiknya permainan Bali United di babak pertama juga tidak lepas dari beberapa kesalahan yang dibuat pemain belakang PSS Sleman.

Empat pemain belakang PSS tidak bisa mengamankan bola yang seharusnya bisa dilakukan dengan baik.

Bali United sebenarnya juga memiliki celah. Irfan Bachdim yang diplot sebagai second striker tidak mampu memainkan peran dengan maksimal.

Hanya satu tendangan plessing Irfan yang mampu mengancam gawang Tri Hamdani.

Babak kedua yang menjadi petaka bagi Bali United. Skuad asuhan Hans Peter Schaller ini justru dibombardir oleh Busari dkk.

Lini pertahanan patut menjadi sorotan. Sebab, beberapa kali Ahn Byung Keon-Abdul Rahman Sulaiman terlihat kecolongan dalam mengawal Noviansyah.

Bahkan pada menit ke-67, Rizky Noviansyah hampir saja memperlebar keunggulan PSS andai saja bola sontekannya melambung tipis di atas mistar gawang Bali United.

Padahal, RIzky sudah one on one dengan Alfon. Proses terjadinya peluang juga cukup menarik.

Abdul Rahman yang mengawal Rizky berada jauh dari posisinya. Posisi pemain belakang Bali United juga cukup jauh dari posnya.

Kalah atau menang, tidak menjadi masalah bagi Bali United. Tetapi dengan kekalahan ini, pekerjaan rumah Hans Peter Schaller semakin besar untuk menatap Liga 1.

Ini juga memperbesar rekor buruk Bali United yang tidak pernah mencicipi kemenangan melawan PSS dalam tiga kali pertemuan. (lit/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia