Sabtu, 19 Aug 2017
radarbali
Pajak

Kampanye Simpatik Amnesti Pajak dan e-Filling

Kanwil DJP Bali Ajak Wajib Pajak Pahami Amnesti Pajak

2017-03-06 13:10:00

Kampanye Simpatik Amnesti Pajak dan e-Filling

SOSIALISASI : Kanwil DJP Bali melepas balon udara yang membawa banner yang bertuliskan amnesti pajak dan e-Felling di Pintu Masuk Selatan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Minggu (5/3). (Dewa Ayu Pitri Arisanti / Radar Bali)

RadarBali.com- Melihat akan segera berakhirnya program amnesti pajak atau pengampunan pajak, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bali menggelar sosialisasi perpajakan.

Sosialisasi tersebut mengenai program amnesti pajak dan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan melalui e-Filling di Pintu Masuk Selatan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Minggu kemarin (5/3).

Mengusung tema Kampanye Simpatik Amnesti Pajak dan e-Filling, sosialisasi perpajakan ini melibatkan 12 petugas penyuluh pajak yang siap melayani konsultasi para wajib pajak.

Kepala Kanwil DJP Bali Nader Sitorus, ditemui di sela-sela acara mengungkapkan, di tengah akan berakhirnya program amnesti pajak tepatnya pada tanggal 31 Mater 2017.

Jumlah wajib pajak yang memanfaatkan program ini masih cukup kecil dibandingkan dengan potensi wajib pajak yang seharusnya memanfaatkan program ini.

Menurutnya jumlah surat pengajuan harta (SPH) yang telah masuk terkait dengan program pengampunan pajak 21.500 SPH dengan total tebusan mencapai Rp 976 miliar.

“Jumlah tebusan tersebut berasal dari harta repatriasi yang mencapai Rp 266,37 miliar, harta deklarasi luar negeri sebesar Rp 2,9 triliun, deklarasi dalam negeri sebesar Rp 48,1 triliun. Adapun total hartanya deklarasi mencapai Rp 51,3 triliun,” bebernya.

Oleh karena itu, dia mengimbau para wajib pajak yang merasa administrasi perpajakannya tidak dilaksanakan dengan baik, untuk segera memanfaatkan program yang sebentar lagi akan berakhir ini.

Sebab setelah program amnesti pajak berakhir, menurutnya akan ada penegakan hukum terhadap wajib pajak yang tidak mengurus perpajakannya dengan benar.

Adapun bagi wajib pajak yang tidak memanfaatkan amnesti pajak, harta yang belum dilaporkan dianggap sebagai penghasilan, dikenai pajak, dan ditambah sanksi sesuai Undang-Undang Perpajakan.

“Sementara itu, bagi wajib pajak yang telah mengajukan tax amnesty, harta yang belum diungkapkan akan dianggap sebagai penghasilan, dikenakan PPh (Pajak Penghasilan) dan ditambah sanksi 200 persen,” terangnya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, dia berharap para wajib pajak yang belum mengurus administrasinya dengan baik, untuk segera memanfaatkan program  amnesti pajak ini sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Dan wajib pajak juga diharapkan tidak melupakan pelaporan SPT Tahunan yang juga paling lambat dilakukan di bulan Maret.

“Kami tidak ada target jumlah transaksi dan jumlah wajib pajak yang memanfaatkan program amnesti pajak ini setelah mengikuti sosialisasi. Tapi yang kami targetkan, para wajib pajak dapat semakin patuh terhadap pajak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kerjasama dan Humas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Provinsi Bali, Eliza Rahel menambahkan, kegiatan sosialisasi yang dimulai pukul 06.30 ini dimeriahkan hiburan live music band Taxcoustica Kanwil DJP Bali.

Serta bagi para pengunjung yang bersedia berfoto di photobooth yang telah disediakan dan mengupload photo di media sosial fanpage Facebook Kanwil DJP Bali, twitter @kanwilpajakbali, dan IG @kanwilpajakbali, akan mendapat kaos bertuliskan #BayarPajakKeren.

“Peran media itu saat ini sangat penting. Jadi saat ini kami mencoba menyuarakan pajak melalui media sosial. Media sosial yang dirasa paling efektif karena selain dari segi biaya cukup murah, juga bisa menjangkau seluruh masyarakat,” jelasnya. (adv/ayu/han)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia