Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Tragis... Dulunya Kaya, Sekarang Rampok Toko Modern Untuk Kebutuhan Pribadi

2017-02-22 07:00:00

Tragis... Dulunya Kaya, Sekarang Rampok Toko Modern Untuk Kebutuhan Pribadi

SUSAH BELAKANGAN : Paul Anthony Hoffman, warga Negeri Paman Sam ini kemarin dikeler ke Polsek Kuta, Badung. Empat tahun lalu dia dikenal cukup kaya. (Adrian Suwanto/Radar Bali)

RadarBali.com - Kemarin (21/2) jadi hari nahas bagi dua warga asing yang berbuat kriminal.

Mereka adalah Paul Anthony Hoffman asal Amerika Serikat, yang dikeler polisi ke hadapan media setelah merampok sejumlah toko modern.

Sedangkan Si Rusia, Oleg Beketov, harus menjalani hukuman empat bulan karena mencuri papan surfing.

Cuma, yang satu si Hoffman ditangkap polisi Kamis lalu (16/2). Sedangkan Oleq Beketov ditangkap 7 November 2016, di kawasan kampung turis, Kuta, Badung, dan kemarin mendapat vonis hukuman.

Tatapan Paul Anthony Hoffman, 57, menerawang kemarin (21/2). Dia selalu menundukkan kepala dan berusaha menghindari lensa kamera puluhan awak media yang memenuhi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kuta.

Petualangan mantan pengusaha beralamat di 23 Wilner RD Somers New York, USA,  bernomor paspor 423388983, itu terhenti setelah diringkus Tim Opsnal Polsek Kuta, Kamis (16/2) lalu.

Penyebabnya Paul Anthony Hoffman merampok delapan toko modern di wilayah Denpasar dan Badung.

Tak tanggung-tanggung, saat beraksi suami seorang wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini selalu membekali diri dengan dua buah belati.

Kapolsek Kuta Kompol I Wayan Sumara menegaskan aksi pelaku yang sudah empat tahun tinggal di Bali, ini sangat terencana.

Semula bule ini lumayan tajir, punya motor gede Harley Davidson serta mampu menyewa vila mewah.

“Dalam aksinya dia selalu memakai baju lengan panjang warna biru, mengenakan tas gendong terbalik, helm hitam, memakai masker, sarung tangan, dan menodongkan belati ke arah penjaga minimarket,” ucapnya.

Beber Sumara, rekaman CCTV yang disita pihaknya memperlihatkan ciri-ciri pelaku yang sama di delapan lokasi kejadian tempatnya beraksi.

“Jelas-jelas aksi bule ini terencana. Dia membungkus DK motor (Honda Vario bernomor polisi DK 6640 DK) yang dikendarainya dengan kardus dan kresek hitam di depan dan belakang,” tandasnya.

Menariknya, Sumara menyebut meski berbekal belati, aksi pelaku gagal di beberapa TKP lantaran calon korban berani melawan.

Namun, karena DK motornya ditutupi, aksi pelaku mulus hingga berjalan empat bulan. 

Terkait TKP tempat sang bule bangkrut beraksi, Sumara menjelaskan di minimarket dekat KFC Jimbaran, Kuta Selatan, Circle K Jalan By Pass Ngurah Rai, Kelurahan Kedonganan, Badung, Cocomart Jalan Mertasari No. 59 Sesetan, Denpasar Selatan, Toko Ramanda Jalan Tukad Yeh Aya No. 7 Renon, Denpasar, Minimarket Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, Badung, Minimarket Jalan Kayu Aya, Seminyak, Kuta, Minimarket Jalan Kayu Aya No. 19 Seminyak, Kuta, Badung, dan Circle K, Jalan Drupadi No. 2 Seminyak, Kuta.

Kanitreskrim Polsek Iptu Aryo Seno Wimoko menambahkan saat ini dia ngekos di Jalan Tunggak Bingin Blok J, Desa Sanur, Denpasar Selatan.

“Polisi mulai bergerak setelah ada laporan pencurian dengan kekerasan di Jalan Sunset Road, Kelurahan Seminyak, Kuta,” tandasnya.

Keterangan menarik disampaikan Panit 1 Reskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Budiartama. Menurut pengakuan tersangka, bebernya, si bule terpaksa mencuri untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan sang istri.

“Hidup bule ini cukup tragis. Empat tahun lalu saat pertama kali datang ke Bali untuk berlibur dia tergolong kaya raya. Kendaraannya saja Harley Davidson dan tinggal di vila mewah,” ungkap Budiartama.  “Karena tidak bekerja, akhirnya dia bangkrut,” ucapnya.

Lanjut Budiartama, Paul Anthony Hoffman nekat mencuri karena bertanggung jawab pada istrinya yang asal Lombok.

“Kepada sang istri dia mengaku pergi keluar menemui teman-temannya. Istrinya tak tahu si bule mencuri,” tandasnya, sembari menjelaskan penyebab kaki Paul Anthony Hoffman terlihat pincang saat jumpa pers kemarin.

“Saat terpantau di Jalan Dyana Pura, Seminyak, Kuta, Kamis (16/2) tim terpaksa menangkap korban saat mengendarai motor. Dia terjatuh di jalan raya. Sempat mengelak. Tapi, saat rekaman CCTV diperlihatkan kepadanya si bule tak bisa berkutik,” tegasnya.

Saat ditanya berapa nominal uang terbesar yang pernah didapat si bule saat beraksi, Budiartama menjawab Rp 11 juta rupiah.

“Dia beraksi di banyak tempat selain di 8 TKP itu. Pelaku sendiri lupa di mana saja. Yang pasti saat ditangkap dari kantong celana sebelah kanan pelaku ditemukan senjata tajam jenis belati,” pungkasnya.

Saat ditangkap, di dompet pelaku hanya ditemukan uang tunai sebesar Rp 20.000. (ken/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia