Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Politik

Surya Beri Ucapan ke PASS, Sukrawan Ngaku Tak Kapok Berpolitik

2017-02-17 07:30:00

Surya Beri Ucapan ke PASS, Sukrawan Ngaku Tak Kapok Berpolitik

Sukrawan saat memberikan keterangan pers di Singaraja kemarin. (Eka Prasetya/Radar Bali)

RadarBali.com - Pasangan Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede Dharma Wijaya alias Pasangan Surya, secara lapang dada mengakui kekalahan. Ini dilakukan seusai hajatan politik Pilkada Buleleng 2017, Rabu lalu (15/2).

Pasangan ini secara resmi mengakui kekalahan mereka, dalam jumpa pers yang dilangsungkan di salah satu properti milik Dewa Nyoman Sukrawan. Keterangan pers dilakukan di Jalan Bisma, Singaraja, Kamis kemarin (16/2).

Dalam jumpa pers kemarin, Sukrawan tak didampingi pasangannya, Gede Dharma Wijaya. Sukrawan hanya ditemani Ketua Tim Pemenangan Surya, Ocha Wardana. Selain itu para koordinator kecamatan juga ikut menemani Sukrawan.

Sukrawan sendiri mengapresiasi masyarakat Buleleng yang telah memberikan hak pilihnya dan sudah secara dewasa. Menjaga kondisi Buleleng tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Dia pun meminta agar masyarakat tak terpecah belah hanya karena hajatan Pilkada Buleleng.

Meski banyak yang tak menyalurkan hak pilih, Sukrawan menganggap hal itu bukan tanda masyarakat apatis. Namun pertanda bahwa masyarakat harus lebih intens lagi mendorong masyarakat datang ke TPS.

Pengakuan kekalahan Surya dalam hajatan pilkada ini disampaikan Sukrawan, ketika ia memberikan selamat kepada pasangan PASS.

Secara tegas dan lugas, Sukrawan menyebut bahwa pasangan PASS telah memenangkan hajatan Pilkada Buleleng 2017.

“Saya ucapkan selamat pada Pasangan PASS yang telah menangkan Pilkada ini. Mari kita dukung bersama, kawal bersama lima tahun ke depan,” ucapnya, memberi selamat.

“Seluruh Masyarakat buleleng punya kewajiban mengawal lima tahun ke depan. Sehingga janji-janjinya membangun Buleleng ke arah lebih baik bisa terealisasi dan terwujud nyata, karena itulah harapan masyarakat Buleleng,” kata Sukrawan.

Atas kekalahannya itu, Sukrawan mengisyaratkan dirinya tak akan melayangkan gugatan melalui jalur pengawas pemilu, apalagi melalui Mahkamah Konstitusi.

Mengingat selisih suara antara kedua pasangan calon tak memenuhi syarat formal untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Meski demikian, Sukrawan mengaku timnya masih menunggu data resmi dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Buleleng, sebelum melangkah kepada gugatan.

“Kalau menggugat itu harus datanya riil semua, harus mantap. Kalau tidak mantap, saya tidak mau gugat. Kita lihat dulu bagaimana yang terjadi. Kalau ada hal-hal yang mungkin ada peluang untuk gugatan ya kita laksanakan. Kalau tidak ya ngapain. Yang jelas yang realistis saja,” imbuhnya.

Selain itu mantan Ketua DPRD Buleleng ini juga meminta agar para pendukungnya bersabar dan legawa atas kekalahan itu.

“Meski tidak sempurna, itulah risiko sebuah perjuangan. Risiko perjuangan seperti ini kita harus nikmati dan hargai, tidak harus menyesal dari sebuah proses. Hidup ini kan tantangan semuanya,” katanya lagi.

Lantas bagaimana dengan karir politik pasca hengkang dari partai? Sukrawan menyatakan dirinya akan tetap berpolitik.

Lantaran naluri dan nurani dirinya, masih berada di dunia politik. Kegagalan berturut-turut pada Pilgub Bali 2013 dan Pilbup Buleleng 2017, tak akan membuat dirinya kapok dengan dunia politik.

“Saya Sukrawan, naluri saya, nurani saya, tidak akan terhenti dengan kegagalan ini. Saya akan tetap berpolitik sampai titik darah penghabisan. Kalau mungkin Tuhan memanggil saya, baru mungkin saya berhenti dari politik,” tukasnya.

Di tempat terpisah, pasangan Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra alias pasangan PASS, mendeklarasikan kemenangan mereka. Deklarasi itu dilakukan di Sekretariat Pemenangan PASS, di Desa Pemaron, kemarin.

Deklarasi dilakukan setelah Tim Pemenangan PASS menuntaskan tabulasi hasil real count dari 1.086 TPS yang ada di Buleleng, pada Kamis, dini hari kemarin.

Pasangan PASS sendiri mengklaim mengantongi 214.565 suara atau sekitar 68,16 persen dari total suara sah.

Sementara rival politiknya, pasangan Surya, mengantongi 100.253 suara atau 31,84 persen. Perolehan suara itu sedikit berbeda dengan informasi yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui portal Pilkada 2017.

Dalam portal itu disebutkan bahwa pasangan Surya mengantongi 100.134 suara atau sekitar 31,80 persen suara sah. Sementara pasangan PASS meraup 214.730 suara, atau sekitar 68,20 persen dari total suara sah.

Meski ada sedikit perbedaan, tim pemenangan melakukan deklarasi secara resmi, siang kemarin. Deklarasi itu dihadiri kedua pasangan calon, tim pemenangan Pasangan PASS, termasuk Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster.

Dari hasil tabulasi data pasangan PASS, disebutkan pasangan PASS menang di seluruh kecamatan. Pasangan ini hanya kalah di 12 desa/kelurahan, yakni di Kelurahan Kampung Anyar, Kelurahan Kampung Bugis, Kelurahan Kampung Kajanan, Desa Nagasepaha, Desa Pejarakan, Desa Pengulon, Desa Bungkulan, Desa Patemon, Desa Ringdikit, Desa Umeanyar, Desa Panji, dan Desa Tembok.

Dalam pidato politiknya, Putu Agus Suradnyana menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua masyarakat Buleleng yang mendukung dirinya.

Termasuk para kader dari partai pengusung seperti PDIP dan Nasional Demokrat (Nasdem), termasuk partai pendukung. Seperti Hanura, Gerindra, PKB, PAN, dan PPP.

“Kedua, tentu besar harapan saya mari terus jaga situasi yang baik ini agar Buleleng apa yang selama ini dikatakan tiap pilkada persoalan, ke depan tidak ada zona yang dikatakan Buleleng kurang kondusif,” ungkapnya.

“Saya mulai besok ingin konsentrasi kerja kembali, menyelesaikan tugas yang harus saya lakukan. Saya berusaha membangun komunikasi dengan pemerintah di atas dengan lebih baik lagi, sehingga pembangunan Buleleng bisa lebih cepat,” kata Agus.

Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster mengatakan, pasca Pilkada Buleleng pihaknya akan melakukan perbaikan internal di Buleleng. Terutama melakukan pemetaan kembali basis suara PDIP.

Menurut Koster,  di pilkada kali ini, seluruh kader PDIP khususnya, sudah bekerja keras. PDIP bahkan mengerahkan kader-kader mereka dari luar Buleleng, untuk kerja gotong royong pada pilkada kali ini.

“Itu hikmahnya, yang dari luar daerah saja beri dukungan penuh, masak kita yang di Buleleng tidak kerja keras,” katanya.

Bagaimana dengan capaian angka 68,16 persen yang diklaim tim pemenangan? Menurut Koster, angka tersebut sebenarnya agak di luar perkiraan.

Karena sejujurnya tim pemenangan merancang kemenangan PASS dengan target minimum 70 persen. Meski demikian Koster mengaku bangga, karena dia melihat Pilkada Buleleng sangat nyaman, aman, santun, dan dikelola dengan sangat baik oleh tim.

Pria yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu menyatakan, gugatan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Surabaya saat proses verifikasi faktual tahap dua beberapa bulan lalu, memberi pelajaran sangat berharga. Sehingga tim menginstruksikan melakukan pemenangan dengan cara yang sangat hati-hati. (eps/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia