Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Politik

Warga Buleleng Pilih Pemimpin, Kedua Paslon Sama-Sama Pede

2017-02-15 10:30:00

Warga Buleleng Pilih Pemimpin, Kedua Paslon Sama-Sama Pede

SATU ATAU DUA: Dari kiri, Dewa Nyoman Sukrawan, Gede Dharma Wijaya, Putu Agus Suradnyana, dan Nyoman Sutjidra, saat Debat Publik di Singaraja. (dok Radar Bali)

RadarBali.comNasib menang atau kalah kedua pasangan calon pada Pilkada Buleleng 2017, akan ditentukan oleh masyarakat Buleleng, pada Rabu (15/2) hari ini.

Kedua pasangan calon, sama-sama merasa percaya diri akan meraup suara terbanyak, sehingga layak memimpin Buleleng untuk lima tahun ke depan.

Kedua pasangan calon pun sudah sama-sama menyiapkan base camp untuk memantau hasil penghitungan cepat Pilkada Buleleng 2017.

Pasangan calon nomor urut satu, Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede Dharma Wijaya alias Pasangan Surya, disebut akan memantau hitung cepat dari Rumah Perubahan di Jalan Anggrek Denpasar.

Sementara pasangan calon nomor urut dua, Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra alias Pasangan PASS, akan memantau quick count dari Posko Pemenangan di Desa Pemaron.

Calon Bupati Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan dilaporkan akan melakukan pencoblosan di TPS 9 Desa Bungkulan yang ada di Balai Banjar Dinas Satria.

TPS ini merupakan TPS langganan Sukrawan dari setiap ajang pemilihan. Bahkan dalam beberapa kali pemilihan, Sukrawan selalu berhasil memenangkan calonnya dengan suara seratus persen.

Sedangkan pasangan tandemnya, Calon Wakil Bupat Buleleng Gede Dharma Wijaya, akan nyoblos di TPS 3 Kelurahan Kendran yang ada di Jalan Kresna Singaraja.

TPS ini juga sudah jadi langganan Dharma Wijaya setiap kali digelar pemilihan langsung. Dharma Wijaya bersama istrinya, Tutik Kusuma Wardhani, selalu mendapat suara mayoritas, khususnya pada ajang Pemilihan Legislatif.

Dewa Sukrawan dikonfirmasi kemarin mengaku tak menerapkan strategi khusus di TPS-TPS, tempat pasangan calon maupun pentolan tim melakukan pencoblosan. Sukrawan menyerahkan sepenuhnya pada proses yang ada.

Sukrawan menyatakan siap menerima hasil apa pun dengan lapang dada, selama proses yang dilalui benar secara aturan main.

“Apa pun hasilnya nanti, kalau itu melewati proses yang murni, baik, dan sesuai dengan aturan, saya akan terima dengan lapang dada. Tetapi kalau tidak benar, saya lawan,” tegas Sukrawan.

Sementara itu Calon Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana akan melakukan pencoblosan di TPS 1 Kelurahan Paket Agung.

Hal ini cukup berbeda, karena biasanya Agus melakukan pencoblosan di Desa Banyuatis.

Terakhir kali Agus nyoblos di Paket Agung pada Pilgub Bali 2013 lalu, dan kala itu pasangan yang diusung PDI Perjuangan kalah di TPS tersebut.

Setahun berikutnya, Agus memilih menyalurkan suara di kampung halamannya.

Sedangkan pasangannya, Calon Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, akan menggunakan hak pilihnya di TPS 3 Desa Bontihing.

Sutjidra pun selalu meraup suara signifikan di TPS ini, bahkan selalu menang di kampung halamannya.

Agus sendiri menyatakan tidak ada strategi apa-apa pada hari H pencoblosan. Agus mengaku kini memilih lagi di Paket Agung, karena KTP-nya telah terdaftar di sana.

Ia pun berhrap agar warga menjaga situasi yang kondusif saat ini. Masalah pilihan, ia kembalikan kepada hati nurani masyarakat.

“Mari gunakan kesempatan ini dengan baik untuk menentukan pemimpin yang sesuai harapan masyarakat, dengan mengikuti aturan yang ada. Jaga persaudaraan dan jaga situasi kondusif,” tandasnya. (eps/yor)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia