Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali Dwipa

Beli Dari Nelayan, Tujuh Ekor Hiu Karang Dilepas Kembali

2017-02-15 09:30:00

Beli Dari Nelayan, Tujuh Ekor Hiu Karang Dilepas Kembali

LESTARI: Pelepasan hiu karang jenis blacktip yang berlangsung di pantai lingkungan Arum Gilimanuk kemarin. (Anom Suardana/Radar Bali)

RadarBali.com  Setelah beberapa bulan dipelihara di kolam. Tujuh ekor ikan hiu karang blacktip (sirip hitam), Selasa (14/2) kemarin dilepas kembali ke habitatnya.

Tujuh ekor hiu yang dilepas liar di pantai lingkungan Arum Gilimanuk itu sebelumnya tersangkut jaring nelayan atau kena pancing.

Menurut penuturan Yoki Sinugroho, pemilik kolam tempat penampungan tujuh ekor hiu blacktip di sela-sela pelepasliaran bersama Pokmaswas Zona Bahari Gilimanuk dan instansi terkait tersebut, ikan-ikan predator itu dikumpulkan satu per satu dari nelayan atau pemancing.  

Hiu yang bernama latin Chrcharhinus Limbatus tersebut kemudian dibeli dengan harga bervariasi tergantung panjang dan besarnya.

“Kami sebagai masyarakat khawatir dengan populasi hiu itu yang semakin berkurang sehingga daripada dibunuh dan dijual nelayan ke pasar dengan harga murah, lebih baik kami beli dan lepas kembali,” ujarnya.

Ikan hiu blacktip itu saat ditangkap nelayan ukurannya bervariasi mulai 30- 50 sentimeter centimeter atau masih tergolong anakan dan dihargai Rp 200 sampai Rp 300 ribu per ekor.

“Kami beli satu per satu dari nelayan. Lalu kami pelihara di kolam sampai kondisinya benar-benar sehat dan siap untuk dilepasliarkan,” ungkapnya.

Lanjut Yoki, hiu yang juga sering disebut hiu karang karena habitatnya di terumbu karang tersebut  populasinya harus dijaga agar tidak ikut seperti ikan-ikan lainya yang mulai hilang dari perairan Gilimanuk.

“Kami minta kepada nelayan, pemancing atau masyarakat yang menangkap hiu blacktip agar jangan dibunuh atau dijual kepasar. Kami akan beli dengan harga lebih tinggi dari harga pasar untuk dikembalikan ke habitatnya,” harapnya.

Sementara itu ketua Pokmaswas Zona Bahari Gilimanuk Selamet Hariaynto, menyampaikan hiu blacktip tersebut habiatnya banyak di perairan Selat Bali, terutama di sekitar Pura Tirta Empul, Cekik, Gilimanuk.

Nelayan yang mendapat ikan hiu blacktip tersebut memang menyampaikan kepada Pokmaswas Zona Bahari maupun Yoki dan langsung didatangi lalu dibeli.

“Mereka tidak sengaja menangkap ikan hiu itu. Lalu daripada dibunuh atau dijual kami memilih menyelamatkannya,” ungkapnya. (nom/gup)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia