Rabu, 23 Aug 2017
radarbali
Bali Utama

Weleh... 19 Pejabat Karangasem Diduga Kena Narkoba

2017-02-14 06:00:00

Weleh... 19 Pejabat Karangasem Diduga Kena Narkoba

PANTAU TES URINE : Bupati Karangasem Mas Sumatri memantau tes urine pejabat Pemkab Karangasem. (Istimewa)

RadarBali.com - Sikap tak terpuji ditunjukkan belasan pejabat Pemkab Karangasem.

Ini setelah hasil tes urine yang dilakukan terhadap pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem oleh Badan Narkoba Kabupaten (BNK) menunjukkan mereka memakai obat terlarang.

Dari 131 pejabat yang ikut tes, ada 19 diduga kuat memakai narkoba. Satu di antaranya positif menggunakan ganja. Sementara sisanya masih belum jelas menggunakan zat terlarang jenis apa.

Mereka yang dites urine kemarin adalah pejabat dari eselon  II dan III di Lingkungan Pemkab Karangasem. Tes urine dilakukan di aula kantor bupati.

Dari keterangan koordinator pelaksanaan kegiatan tersebut yang juga Kepala Badan Kesbanglinmas Karangasem I Gusti Nyoman Arya Sulang, target tes urine kali ini ada 200 pejabat di Karangasem.

Tapi, yang hadir 150 orang. Dari jumlah itu ada 19 orang yang tidak melakukan tes alias kabur.

Sementara untuk 19 orang yang diduga memakai obat terlarang bisa saja karena menggunakan obat obatan karena sakit atau obat - obatan lain yang mengandung psikotropika atau obat terlarang lain.

 Sedangkan satu orang yang menggunakan ganja akan dilakukan tes ulang lima hari lagi. Karena yang bersangkutan mengakui memakai obat saat menjelang tes.

Tes ini melibatkan Wayan Wiradana dari BNK. Wiradana sendiri mengakui bahwa ada 19 pejabat yang positif dalam tes urine tersebut.

Sedangkan untuk mengambil sempel urine pihak BKN membawa WC mobile khusus. Pejabat secara bergiliran mengambil air kencing untuk dites.

Sementara, pejabat yang ikut dari level Sekda, Kadis, Kabag, dan juga camat yang ada di Karangasem.

Hanya saja dari sekretariat dewan (sekwan) tidak ada yang mengikuti tes.  Arya Sulang sendiri mengaku sudah melayangkan surat ke sekretariat dewan.

Sementara itu, Kabag Humas Setwan DPRD Karangasem mengatakan tidak ada surat masuk terkait tes urine tersebut. Sehingga pejabat di lingkungan sekwan tidak ada yang ikut.

Di tempat terpisah, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengatakan kalau dewan juga akan dites narkoba.

Nanti Dewan akan diagendakan oleh BNK. Menanggapi ada pejabat kalau belakangan dipastikan positif menggunakan narkoba maka akan dipertimbangkan untuk dipecat. “Kalau positif menggunakan kita pertimbangkan untuk dipecat,” ujarnya.

Dia ingin pejabat dan lingkungan Pemkab Karangasem bersih dari narkoba. ”Makanya untuk membersihkan itu kami di pemkab harus bersih dulu,” ujarnya, seraya mengatakan bahwa dampak narkoba itu sangat buruk.

Dia mengaku prihatin karena sudah ditemukan pengedar narkoba dan juga pengguna di kecamatan - kecamatan seperti Kubu, Karangasem, Besakih, dan Rendang. “Kalau memang ada yang positif, berarti ada tumbal satu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Karangasem Mas Sumatri juga ikut melakukan tes urine bersama Sekda Karangasem Adnya Mulyadi.

Kegiatan ini sendiri menyambut satu tahun Bupati Karangaem IGA Mas Sumatri yang jatuh 17 Februari mendatang.

Dikatakan Wayan Wiradana, BKN secara periodik melakukan tes urine terhadap PNS di Karangasem. 

Sementara yang diperiksa dalam sampel urine adalah lima kandungan narkoba. Di antaranya morfin, metafetamin, kokain, amfetamin, dan benzodiazepin. Sementara 19 orang yang positif tersebut karena mengonsumi obat - obatan lantaran sakit.

Satu orang  yang terindikasi mengandung ganja akan dilakukan tes ulang agar lebih akurat.

Tak hanya di Karangasem, tes urine juga dilakukan di Kodim 1616/Gianyar. Sebanyak 60 tentara dites urine pada kemarin (13/2) di Makodim Gianyar.

Meski hasil tes menunjukkan negatif, namun Kodim akan tetap melangsungkan tes ini secara berkesinambungan untuk menekan peredaran narkoba.

Dandim Gianyar Letkol Berto Capah, menyatakan maraknya peredaran narkoba saat ini perlu dijadikan musuh bersama.

“Selama ini sudah menyentuh beberapa lapisan dan komponen masyarakat oleh karena itu untuk mencegah dan mengetahui adanya penggunaan narkoba khususnya di kalangan prajurit maka diadakan tes urine,” ujar Berto Capah, kemarin.

Pelaksanaan tes urine di Makodim 1616/Gianyar diikuti sekitar 60 orang anggota baik prajurit maupun PNS yang diawasi Pasi Intelrem 163/WSA Mayor Inf. IB Swatama yang merupakan asistensi dari Korem 163/WSA.

Berto Capah menambahkan, kegiatan ini yang merupakan bagian dari program untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba yang dilakukan prajurit sekaligus untuk mengetahui bila ada oknum prajurit yang menjadi pengguna narkoba.

“Sehingga dapat ditindaklanjuti untuk penanganannya, sesuai dengan perintah dari komando atas agar personel TNI AD harus bersih dari semua pengaruh, penggunaan dan peredaran gelap narkoba,” tukasnya. (tra/dra/pit)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia